Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2015

I'm Offocially 29 and Married

Have you ever wish all of your dream will be come true? Me, absolutely yes. But I know, that so imposibble. Just be realistic, sih. Karena memang gak semua yang lo impikan, lo harapkan, lo khayalkan bisa jadi kenyataan. Bahkan bisa tak kunjung jadi nyata. Mungkin karena kita yang kurang usaha untuk meraih impian itu. Atau bisa juga memang impian itu tak pantas untuk kita. Karena Tuhan selalu punya rencana terbaik buat umatnya. I believe in that. Duh, kenapa jadi sok alim gini sih gue. Heheh. 

Sejak gue kecil, gue punya banyak banget impian. Gue juga hobi berkhayal. Tapi bisa dihitung impian gue yang udah jadi kongkrit, alias nyata. Salah satunya, gue pernah bermimpi, bercita-cita jadi dokter (atau kalo gak istrinya dokter, deh), tapi pada akhirnya gue gak bisa masuk ke fakultas kedokteran pun jadi istri dokter. Malah lebih memilih jurusan Fisioterapi, D3. Ya, emang gak jauh-jauh dari dunia kesehatan, sih. Tapi gue gak menyesali keputusan gue untuk nyemplung di dunia Fisioterapi. Gue jadi banyak tahu tentang hal yang memang sebelumnya gue sama sekali gak tahu. Tentang bedanya pijat di fisioterapi dengan pijat di tukang urut. Bedanya otot, ligamen, persyarafan. Bahkan semua yang berhubungan dengan gerak dan fungsi tubuh manusia lainnya.

Gak cuma itu aja. Beberapa kali gue berkhayal punya ini, bisa ke sana, jadi itu. Ya, semacam punya bucket list sendiri gitu. Ada yang sudah kongkrit, acomplished, meskipun jarak pencapaian dari mimpinya agak jauh. Tapi ya ada juga yang memang belum tercapai juga. Hehhe .

Pencapaian gue hingga di usia gue yang ke 29 ini (iya, tahun ini gue udah masuk di angka 29) salah satunya NIKAH!. Finally gue berani juga memutuskan untuk menikah. Setelah sebelumnya gue hampir lebih memilih menjadi single selamanya karena masalah trauma. Hahah, ini gak akan gue bahas lagi. That’s just my past. Saat ini gue udah sah jadi Ny. Muhammad Reza Pahlevi. Ya, tepatnya 2 Agustus lalu gue melepas status SINGLE gue (padahal di KTP masih tuh. Hihih). Udah gak ada yang nanyain lagi “Kapan nikah?” dong yaa harusnya. *piss*

Selain tentang menikah, pencapaian gue lainnya kalo dilihat dari postingan gue tahun lalu itu adalah.. hmmm... I decided to resign from my work as phsycal therapist at RSIA YPK Mandiri dengan alasan mau fokus menyelesaikan novel gue yang udah lumutan dalam bentuk draft

Oke. Gue tau ini hal tergila yang pernah gue lakukan. Keputusan yang bisa dibilang nekat. Tapi, suami udah ngizinin. Dengan syarat, gue beneran selesaiin novelnya. And now i’m trying to finishing my draft. Dan mewujudkan salah satu mimpi gue, terbitin novel solo. Ganbate, Rul!!

Setelah menikah dan novel. Gue punya satu mimpi lagi, yang, yaa sebenernya ini selalu jadi harapan newly wed sih ya, have a babies. Kalo bisa before I go 30. Tapi semua gue pasrahin sama Arsiteknya manusia. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa J

Hmm. Apalagi ya..

Oiya, gue akhirnya ngerasain pake iPhone. Hihi. Norak, ya gue. Itu juga gegara windows phone gue rusak disaat gue harus ngirit pengeluaran buat biaya nikah. Jadinya, Abang, yang sekarang udah jadi suami, kebetulan punya 2 smartphone. Salah satunya iPhone 4. Jadilah doi minjemin gue iPhone 4nya buat gue pake. Sampe sekarang masih gue pake itu iPhonenya.  Hehe.

Dan, akhirnya gue punya laptop sendiri. Warna biru pula. Early birthday gift from my lovely husband and my self. Patungan gitu ceritanya, tapi tetep aja banyakan dari Abang duitnya. Abang yang urus. Gue terima udah beres. Hihi. Makasih sayangg *kiss kiss*

Last but not least, Rabu 9 September 2015 ini insyaallah gue akan ikut Kelas Inspirasi Jakarta yang ke 4. Berhadapan dengan anak-anak SD, memberi mereka inspirasi mengenai profesi yang gak melulu dokter atau insinyur. 

Ah, masih panjang ceritanya kalo mau dijabarin satu satu mah. Kasian yang baca nanti.
Heheh...

And now, I’m officially 29 and I’m married!

Alhamdulillah masih dipercaya untuk menjadi pemain dalam drama kehidupan ini. Terima kasih untuk nikmat tiada tara ya Allah. *terus mulai mewek* Suami yang the best, keluarga baru yang baik, lingkungan yang selalu support gue, dan teman-teman yang masih selalu mengingatkan untuk berbagi, berbagi, berbagi. I love you all!

Berdoa tak harus saat pergantian usia aja. Kapan pun gue pasti berdoa. Dan doa gue selalu berimpovisasi sesuai keadaan. Yang pasti selalu minta untuk diberikan kesehatan, perlindungan, dan kebahagiaan. Buat gue, buat suami gue, keempat orang tua gue (orang tua kandung plus papa mama mertua), dan keluarga baru gue.

Dan semoga bisa selalu menjadi yang terbaik, menorehkan kisah kisah lucu nan menarik dalam setiap lembaran baru buku kehidupan gue.

Boleh minta aminnya?



The Birthday girl, Pamit!  
@rulachubby

pic : from here

Rabu, 04 Februari 2015

Dear, Koh Vince yang .......



Teruntuk Koh @vincebastian

Hai, Koh Vince.

Masih ingatkah dengan pertemuan pertama kita? Hari itu hari Rabu, 7 Januari 2015 jam 16.00. Saat pertama kali aku bertemu lelaki berjaket hitam dengan topi putih di ruang depan Studio KIS FM Jakarta, yang ternyata itu adalah Koh Vince. Aku yang hanya bisa menunduk malu, gak berani menyapa Koh Vince saat itu. Takut dikira es-ka-es-de. Padahal hari itu aku datang ke studio KIS FM Jakarta untuk taping siaran bareng Koh Vince. Hal yang sudah aku tunggu sejak lama. Bisa siaran bareng penyiar favorit yang suaranya selalu mengisi pagiku. Ah, iya. Hampir tak pernah aku absen mendengar ceracau Koh Vince dan Bang Mike (@jensmichael) setiap pagi. Menghibur, membuatku tertawa sendirian di antara gencetan penumpang commuterline yang setiap pagi selalu padat penumpang itu.  

Gugup, deg-degan, bingung, canggung, kira-kira itulah yang aku rasakan ketika mbak Prita, dari KIS FM Jakarta, memperkenalkanku pada lelaki ramah yang juga karismatik dan berkulit putih yang mengenakan jaket hitam dan topi putih tadi. Dengan rambut halus menghiasi rahang dan dagunya itu, dialah Vince Sebastian, yang lebih suka disapa Vince, atau Koh Vince. Prince Charming. Ah, maaf jika aku terlalu berlebihan memuji dirimu, Koh. Tapi itu jujur dari lubuk hati terdalam. I’m fallin in love with you. At the first sight. 

Itu awalnya ya, Koh. Malu-malu. Tapi, setelah berbincang beberapa lama aku gak bisa gak ketawa setiap melihat gerak gerik Koh Vince. Bahkan aku harus berkali-kali menahan tawa saat kita mau mulai taping. Sampai Koh Vince heran dan bertanya, “ada yang salah ya sama gue?” dan kalau gak salah aku menjawab, “lucu aja denger suara Koh Vince yang gak sesuai sama muka” kira-kira seperti itulah jawabanku ya, Koh? Hehe..

Iya, agak aneh memang begitu melihat dari wajah tampan berkarismatik itu mengeluarkan suara agak berat, ngebass. Padahal suara itu sudah begitu akrab ditelingaku setiap pagi. Tapi entah kenapa itulah yang aku rasakan saat melihat sang pemilik suara yang ternyata memilik darah Tionghoa ini langsung di depan mata. Dreams come true, huh?

 Dear, Koh Vince yang ......

Entah aku harus mengisi titik titik itu dengan apa. Meskipun baru kenal dengan Koh Vince beberapa menit, tapi aku bisa dengan mudahnya akrab dengan lelaki beralis tebal ini. Ah, iya. Mungkin karena persamaan alis kita ya, Koh? Atau mungkin karena dirimu memang mudah mencairkan suasana. Aku yang kaku dan gugup bahkan cenderung garing ini bertemu dengan dirimu yang ramah, supel dan humoris. Gak nyambung sih memang. Agak awkward. Dan aku harus meminta maaf karena beberapa kali guyonan Koh Vince aku cuekin. Gak aku gubris. Maaf ya, Koh.

Terima kasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk siaran bareng seorang Rula-yang-disenggol-dikit-curhat. Hahaha. But, that was fun. Bisa kenal dengan penyiar kece, ngobrol serta foto bareng. Nah, bagian foto ini yang paling seru. Wefie. Hihih.

Kenangan pertama siaran bareng Koh Vince dengan sedikit curhat dan playlist lagu yang isinya curhatan semua. Terima kasih (sekali lagi), Koh Vince dan KIS FM, tentunya, yang sudah mewujudkan salah satu mimpi seorang Rula. Kenangan yang gak akan pernah terlupakan!

Tetap semangat siarannya ya, Koh. Tetaplah selalu merusak pagi hari para pendengar dengan banyolan-banyolan duet maut Koh Vince dan Bang Mike. Dan aku senaaaaaanggg hari Rabu ini kalian perdana siaran di #WednesdaySlowMachine. Meskipun agak aneh, kalian yang biasanya rusuh, harus agak sedikit kalem di hari Rabu ini. Hihihi... But I still love you both!

By the way, kayaknya sekian dulu ya, Koh, suratnya. Pasti Koh Vince udah mulai pegel deh bacanya. Udah panjang, bahasanya campur aduk. Labil. Ga jelas. Hehehe.. Pisss, Koh

Best Regrads,
Your big fans ever.





















Rula (@rulachubby)

Nb : thx for the pic Koh

Rabu, 08 Oktober 2014

Pelukan Rindu





Fajar datang beserta dinginnya angin berhembus, namun aku tetap merasa hangat.
Menenggelamkan diriku dalam dekapanmu lah yang membuatku hangat.
Bersandar pada dada bidangmu.
Meluapkan segala emosi yang terpendam lama, sehingga membuat dada bidangmu basah akan air mata.

Rindu. 
Rindu yang teramat sangat akan pelukan itu.

Pelukan yang mampu meluluhkan segala penat dan letih yang menerjang raga ini.
Pelukan yang mampu membangkitkan kembali kekuatan yang sudah lama lumpuh.
Pelukan yang mampu mengisi kembali energi yang telah hilang dimakan waktu.
Pelukan yang selalu mampu membuat bibir ini melukiskan senyum setelahnya.
Pelukan yang selalu membuatku hangat meski ditengah badai salju sekalipun.

Dan...
Pelukan yang ternyata hanya dalam mimpi, namun terasa nyata.

Iya, aku rindu dipelukmu.

Aku rindu kehangatan itu. 
Hingga aku bermimpi dipeluk olehmu.


Aku, yang merindu pelukmu.

-R-

Kamis, 02 Oktober 2014

25 Day Blog Challenge, Day 7 : If You Won The Lottery....


Selamat malammmm.... 

Sebelum memulai gue mau minta maaf karena telat (lagi) posting tulisan di blog ini. Kemaren ane tepar, cyin.. Ini karena ada waktu sambil nunggu pasien dateng, nulis lah saya. :)))

Kali ini gue disuruh berkhayal jika gue menang Undian... 

Hmm... 

Jika gue menang Undian Satu Milyar Rupiah.... 

Gue akan... 

*berpikir keras*


*masih mikir*

Hmm...

*sok drama*

Oke, setelah dipikir-pikir, kalo gue menang Undian Satu Milyar Rupiah, gue akan pergunakan uang itu dengan sebaik-baiknya. Hehehe...

Yang pasti sih akan gue sisihin dulu 2,5%-nya untuk mereka yang berhak. Terus abis itu gue langsung daftarin Ibu dan Bapak pergi Haji. ONH Plus kalo bisa. Karena ini memang impian gue dari kecil, bisa ngebiayain Ibu dan Bapak menunaikan Rukun Islam yang kelima ini. *aminn ya Allah*.

Nah, kalo masih ada sisanya, akan gue pake untuk renovasi rumah. Mau beli rumah baru atau tanah kayaknya akan kurang duitnya. Karena gue udah terlalu nyaman tinggal di lingkungan yang sekarang, dan kalo mau beli tanah ataupun rumah di sekitar tempat tinggal gue itu butuh uang gak sedikit, mending gue renovasi aja rumah yang udah ada. *iya, gak?* Biar semuanya bisa tinggal di rumah, bareng-bareng. Ibu, Bapak, kedua adik gue, even jika udah pada berkeluarga semua. Kan seruuuuu... *lanjut ngayal lagi*

Kalo masih ada sisanya lagi.... Gue mau beli mobil aja deh. Jenis MVP kali ya, yang bisa muat banyak. Ngayalnya sih mau punya Nissan Grand Livina XGear. *eeaaa* Jadinya Ibu, Bapak dan kedua adik gue bisa keangkut. Jadi kalo setiap Lebaran dan mau kunjungan ke rumah saudara, gak perlu ribet nyari taksi lagi. *amin ya Allah*  

Ada sisanya lagi gitu? Hmm... Enaknya ditabung aja kali ya, buat jaga-jaga kalo ada kebutuhan mendadak. Kalo bisa buat bikin klinik atau kuliah lagi mah enak bener. *lanjut ngayal*

Entah kenapa kepikiran reaksi nyokap kalo (misalnya) gue beneran menang undian semilyar ini, pasti disuruh cepet-cepet nikah deh gue. :)))

Oh, oke.. Cukup sekian ngayalnya malem ini. Daripada tambah lebar dan makin melenceng, mending disudahi saja. 

Rula pamit!
*sambil mengaminkan khayalan di atas*


Kamis, 13 Maret 2014

Kenangan Indah



…. Wake up Sunday morning.. she’s a hangover I can’t get over..
 
Lagu The Moffatts – Call The Doctor yang ku jadikan nada panggilan masuk terputar dari ponselku.
“Halo, selamat siang” sahutku ramah.
“Siang, maaf benar ini dengan Tami?” tanya suara di seberang.
“Iya, dengan saya sendiri. Maaf ini siapa, ya?” ujarku.
“Saya Lina, dari panitia penyelenggara Konser Submodalities-nya The Moffatts. Selamat ya, kamu terpilih untuk Meet and Greet with The Moffatts.” Ujar suara di seberang.
“Serius Mbak?? Saya terpilih??” ujarku antusias. Kemudian mbak Lina menjelaskan mekanisme acaranya yang kudengarkan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.. ehh..

Selesai menutup telepon dari mbak Lina, aku langsung siap-siap mandi dan berdandan yang cantik. Tak lupa ku bawa hadiah yang sudah ku persiapkan sejak lama untuk mereka. Yaaa.. aku akan bertemu dengan idolaku tercinta… The Moffatts… hal yang sudah lama kuimpikan bisa melihat The Moffatts dari dekat, terutama dengan keyboardistnya David Michael William Moffatt atau Dave Moffatt atau Big D. Entah kenapa aku sangat mengidolakan Dave dibandingkan saudaranya yang lain..

Tiba di lokasi Meet and Greet di salah satu hotel di daerah Senayan, aku menemui Panitia Penyelenggaranya, dan kemudian kami –aku dan tiga orang pemenang lainnya- di briefing sebentar.  Dalam briefing tersebut kami di beritahu ada kejutan lainnya. Ternyata kami tidak hanya sekedar Meet and Greet bersama The Moffatts tapi juga akan dinner bareng idola kami masing-masing. Katanya sih, itu permintaan dari The Moffattsnya. Kebayangkan betapa senangnya aku saat itu??

Saat itu, aku dan tiga orang pemenang lainnya –yang akhirnya aku tahu namanya Sari, Putri dan Thia- dibawa ke dalam hall Tennis Indoor Senayan, karena saat itu The Moffatts sedang check sound dan GR (Gladi Resik). Kami berempat begitu terkesima melihat mereka check sound. Selesai check sound, The Moffatts menghampiri kami dan kemudian kami diajak ke backstage yang sudah ditata rapi untuk acara Meet and Greet plus Dinner with The Moffatts ini. Di backstage tersebut ternyata sudah ada beberapa wartawan media cetak yang meliput acara ini. Kami berbincang-bincang, tanya jawab serta foto-foto dengan The Moffatts. Mereka sangat baik dan ramah pada kami. 

Saat tiba waktunya dinner, masing-masing personil mengajak satu pemenang ke meja makan yang memang diset untuk dua orang tiap meja. Scott berpasangan dengan Sari, Clint berpasangan dengan Putri, Bob berpasangan dengan Thia dan Aku berpasangan dengan Dave pastinya. Tiba-tiba pipiku terasa panas, antara nervous dan senang juga tersanjung. You know what??? Dave memberikan sekuntum mawar putih padaku, dan menggandeng tanganku menuju meja makan. Ketika kulihat di sekelilingku, ternyata personil The Moffatts yang lainnya juga melakukan hal yang sama pada ketiga teman baruku itu. So Romantic. Selama dinner, kami mengobrol dan tak lupa kuberikan hadiah yang memang ku siapkan special untuk Dave. Dave sangat suka hadiah dari ku.. Tapi dinnernya harus diakhiri karena mereka harus siap-siap untuk konser yang akan dimulai 30 menit lagi. 

Selain bisa bertemu muka dan makan malam dengan The Moffatts, ternyata kami juga bisa menonton konser mereka dari dekat, loh. Depan panggung persis di dalam pagar pembatas antara panggung dan penonton. Yang aku rasa saat itu?? Sangat senang hingga tak bisa ku lukiskan dengan kata-kata. Apalagi di tengah-tengah konser saat jeda untuk lagu berikutnya tiba-tiba Dave berbicara pada penonton konser.
I want to dedicated this song to a very special girl who I met tonight and really loved this song.” Ujar Dave sambil tersenyum menatapku, yang membuatku seakan terbang kelangit yang tinggi..

Hall Tennis Indoor Senayan kemudian heboh dengan teriakan para gadis yang mengidolakan Dave. Scott dan Clint memainkan intro lagu ini dengan gitar akustik. Sesaat dadaku bergemuruh dengan cepat. Oh my God.. ini kan lagu favoritku.. yaa ini memang lagu favoritku Girl I’m Gonna get You.. kali ini Dave yang menyanyikan lagu ini.
“Girl, I’ve been watching you.. wondering what’s your name and could I get ya..
I’m hoping that you feel the same.. baby what’s on your mine…”

Kemudian Dave turun dari panggung menghampiriku, dan mengajakku naik ke atas panggung. Penonton semakin heboh karena iri melihat Dave menggandeng tanganku…

“… girl this is no surprise.. I think I’m falling in love..
Darlin’ don’t ya know it’s the perfect time… you know I’m gonna make you mine..
girl I’m gonna get yaa… you know I need you in my world
you know I’m gonna get ya’.. I’m begging you to be my girl..
even though you might be scared I promise I’ll be there..
girl I’m gonna get yaa.. tonight”

Dave terus menggenggam tanganku sepanjang lagu ini.. yang membuat aku senang sekaligus kikuk karena banyak yang menatapku iri, bahkan sekilas kulihat dari atas panggung ada beberapa yang menangis karena idolanya lebih memilihku.

Aku masih mencoba menikmati saat-saat di atas panggung bersama Dave dan personil The Moffatts lainnya, tiba-tiba ada sentuhan hangat mendarat di pipi kiriku yang di ikuti teriakan histeris penonton di depan panggung. Tubuhku kaku seketika, kaget, bingung, Dave mencium pipiku..
“Tami, are you okay?” ujar Dave karena melihatku mematung
“Ooh.. I-am o-kay Da-ve” ujarku terbata
Are you sure?” tanya Dave lagi meyakinkan. Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian Dave mengantarku ke pinggir panggung dan melanjutkan konsernya.

Perlahan-lahan aku menuruni anak tangga yang ada di samping panggung. Karena terlalu senang dengan kejadian tadi, tanpa sengaja aku melewati satu anak tangga yang membuatku terpeleset dan kemudian terjatuh… BRUKKKK….
“Aaw…” seruku kesakitan sambil memegangi lenganku yang tertimpa badanku sendiri..

Kulihat ke sekelilingku, hanya ada tembok, lemari baju dan rak buku. Tidak ada Dave, panggung ataupun penonton yang lainnya.

Tokk.. tokk…

“Tamii… banguunn.. udah pagiii.. kamu gak sekolah emangnya??” Bunda yang mengetuk pintu kamarku sambil teriak membangunkanku. Kulihat jam di dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi.
“Iya Bund… ini udah bangun kok..” jawabku sambil menguap… 
“Whoaah ternyata cuma mimpi, toh..” ujarku sambil senyum-senyum sendirian sambil memandang poster besar idolaku yang ku pasang di pintu lemari pakaianku.
“Mimpi itu seakan nyata, Dave… dan membuatku gak sabar ingin melihat aksi panggung kalian nanti sore…” kemudian aku mengambil handuk dan menuju kamar mandi..

Hari ini adalah hari yang spesial untukku juga fans The Moffatts lainnya… Konser The Moffatts “Submodalities” akan di adakan sore ini di Tennis Indoor Senayan.. I can’t wait to see you Dave… 


Happy b'day Dave, Clint and Bob Moffatts
You'll always in my heart..
God Bless You all...

\m/(^,^)\m/
@rulachubby



**repost dan edited from moffattersindonesia
 

Kamis, 20 Desember 2012

Dia…



Kali ini dia yang datang mengunjungiku dalam mimpi.. bukan kamu..

Dia yang tidak pernah terpikirkan olehku, tidak berani memikirkan lebih tepatnya. Dia yang berada jauh disana, di pulau sebrang. 

Entah kapan terakhir kali aku berbincang dengan dia.

Kita sebut saja Mr. Perfect.

Iya, dia memang terlalu sempurna untukku. Perawakan menarik, kehidupan yang mapan dan taat beragama. Calon imam yang di idamkan banyak gadis.

Dan, hal tersebut yang membuatku heran akan mimpi dini hari tadi. Dia, yang hampir tidak pernah terlintas dalam benakku, tiba-tiba datang dalam mimpi yang bisa di bilang indah dan romantis.

Dalam mimpi tersebut aku dan dia tak banyak bicara, lebih banyak diam. Terkadang bercanda saat berjalan bersisian menuju rumah salah seorang sahabat kecil kami.

Dalam mimpi tersebut aku dan dia memang sedang menuju ke rumah salah seorang sahabat kami sejak kecil untuk mengantarkan sebuah buku. Ah, lebih tepatnya dia menemaniku mengantarkan buku tersebut.

Aku dan dia berjalan bersisian, sambil sesekali bercanda, dan kemudian tangan kami bersentuhan tanpa sengaja. Ada getaran asing saat itu, entah apa. 

Kemudian kami saling diam, kikuk. Tapi hanya beberapa saat. Karena kemudian dia mendekatkan lagi tangannya ke tanganku, menggenggam tanganku, menyelipkan jari-jarinya diantara jari-jariku

Senyum merekah indah di wajahnya, pun denganku. Dan getaran itu datang lagi, namun kali ini terasa lebih indah.

Sepanjang jalan itu, kami membisu. Namun tangan kami tetap menyatu, dalam genggaman. Dan senyum tetap melekat pada wajah kami masing-masing.

Begitu sampai di rumah sahabat kami, secara otomatis tangan kami terlepas. Tapi tidak dengan senyum di wajah kami. Tetap melekat indah. Hingga membuat sahabat kami sedikit curiga, dan mulai menerka-nerka apa yang terjadi antara aku dan dia.

Ah.. tapi mimpinya hanya sampai di situ saja. Alarm pagi sudah memanggil untuk bangun.

Bangun tidur dengan senyuman merekah di wajah, alis yang sedikit naik dan kening berkerut.

Oh, tapi itu hanya mimpi, bunga tidur. 

Mimpi yang bisa di bilang indah. 

Bersama dia, sahabat kecilku 


(^_^)


nb: picture taken from here

Rabu, 14 September 2011

Walau Hanya Dalam Mimpi...

13 September 2011

Gw mau cerita tentang mimpi gw semalem.. Akibat gw tidur cepet *kalo ga salah gw masuk kamar jam 19.30 deeh*, gw bisa mimpi skitar 3-4x dengan cerita yang berbeda.. Ga ada yang sama *aseliii*. Ada yang tentang kerjaan esok harinya… Ada yang acara kampus lah… Dan ada 1 mimpi yang sangat menarik perhatian gw… Dan masih dengan sangat jelas gw inget banget alur ceritanya dan orang-orangnya.. :D Cuma agak aneh di awal dan akhir cerita di mimpi gw ini orangnya beda gitu… Bingung yaa??? Okee gw mulai ceritain mimpi gw … *enter dulu yaa*

Saat itu yang gw tau, gw lagi ada di kampus gw yang di pondok labu bareng temen-temen kampus gw..*yang aneh adalah beberapa temen SMP n SD gw yang jadi temen kampus gw.. Padahal ga ada satupun dari mereka yang 1 kampus sama gw*. Saat itu jam istirahat siang setelah kuliah, kita mau cari Lunch di luar kampus.. Dan kita sepakat mau Lunch di daerah Cijantung *di mimpi gw, Cijantung sama kampus gw tuh deket banget.. Kayak Pondok Labu – Fatmawati*

Gw, Yulinar, Ayu, Harsih dan beberapa orang lagi *yang gw ga ngeh siapa* berangkat pake mobilnya Ayu yang sedan.. Pada awalnya posisi di mobilnya Ayu sebagai berikut: Ayu di depan, belakang setir *secara dia yang punya mobil, jadi dia yang nyetir lah* Gw, tadinya di depan, di samping Ayu.. Tapi berhubung yang di belakang ada 2 cewe dan 1 cowo, yang saat itu gw anggap namanya Rudy *temen SD gw* akhirnya gw tukeran sama Rudy dan duduk di belakang bareng Yulinar dan Harsih.. Tapi kayaknya ada beberapa orang lagi deeh di belakang,, coz kita sempet bercanda kalo tuu mobil kelebihan penumpang dan takutnya kecelakaan kayak Saepul  Jamil itu…

Pas di jalan,, suara dari belakang kemudi bertanya, mau makan dimana dan ngasih ide “Gimana kalo makan makanan pedes aja” pas gw sadar itu suara cowo dan gw perhatiin di belakang kemudi udah bukan Ayu lagi,, tapi udah berubah jadi Bembi *mantan gw jaman kuliahan dulu* lebih kaget lagi saat orang di samping sopir itu *yang seharusnya Rudy* langsung nyaut “jangan.. kasian Nurul ntar sakit perut lagi,, kan dia ga bisa makan yang pedes2 sekarang” dan otomatis gw nengok lah kearah suara itu.. dan ternyata Rudy udah berubah jadi Didi *temen SD gw juga dan orang yang gw sayang banget tapi bukan Pacar* Spontan gw kesenengan sampe berasa mau terbang, karena ternyata Didi itu care banget sama gw.. *blushing*

Tiba-tiba mobil berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat biasa ajaa.. Lalu,, kita semua turun dari mobil *dan ternyata beda lagi orangnya -__-* Gw, Didi, Anggia dan beberapa temen SD gw.. Pas kita masuk ke dalem rumah itu ternyata di dalemnya kayak warteg, tapi ga terlalu rame sama yang makan… Selesai makan, gw dikasih sejenis cemilan kue kering gitu *gw ga tau siapa yang ngasih* terus gw tawarin Didi dan Anggi,, pada mau dan gw ajak makannya di luar aja di teras dan pada mau.. Pas kita keluar dari rumah itu tepatnya di terasnya gw nanya sama Didi tentang rencana anak-anak SD yang mau ke Puncak.. dan Didi bilang ga tau..

After that… gada ceritanya lagi.. coz gw kebangun sambil mesem2 sendirian… kesenengan gitu.. karena di mimpi ini gw bisa deket bangeet sama Didi.. Didi jadi care banget sama gw… Hal yang ga bisa gw dapet di kenyataan…

Jujur yaa.. gw mang pernah berharap bisa deket sama Didi,, tapi semenjak semua terungkap.. Didi semakin jauh dari gw.. Bahkan menempatkan diri sebagai Sahabat kecil gw aja jadi CANGGUNG banget… aaaahhh… gw masih berharap lebih ke Didi… 

Hoia… gw jadi inget,, pas bDay gw kmaren kan Didi sms ke GSM gw ngucapin… padahal sebelumnya gw update status FB gw "dari segitu banyak orang yg ngucapin bday di FB gw... dia gada di antaranyaaa... :( " dan ga lama Didi sms gw ngucapin "Selamat Ulang Tahun ya..." *smsnya pun masih gw simpen sampe sekarang* dan sambil senyam-senyum sendirian langsung aja gw update status lagi di FB “ehhh.. ternyata gw salah.... dia emang ga ngucapin di wall Fb gw... tapi barusan dia SMS gw ngucapin bday.. huwaawww.. *merah merona pipiku*

Mungkin karena itu kali yaa gw jadi mimpiin Didi.. padahal dah lewat beberapa hari ituu.. hoo mulai senyum-senyum sendiri lagi kalu inget mimpi itu @_@ still in LOVE with HIM sepertinya.. ooohohooo.. sudah lah saia mau tidur sajaa... Semoga bisa bertemu Dia lagi.. walau hanya dalam mimpi....

Nite aLL... 





Xoxo -R- oxoX