Sabtu, 30 Agustus 2014

Diary Marathon Movie of The Week


Cara gue mengakhiri Agustus ini adalah dengan #MarathonMovie. Dalam 1 minggu bisa nonton 6 film di 4 hari yang berbeda. Antara seteres, error, atau emang gak punya kerjaan jadi berbaik hati menambah pundi-pundi uang si Blitz. Dan Iya, itu semua gue nontonnya di Blitz Megaplex GI. Eh, kecuali yang terakhir.

Jadi begini ceritanya..

Gue mulai dari hari Senin, 25 Agustus 2014. Gue gak inget sih hari senin ini gue nonton apa gak. Sepertinya gue pulang kerja langsung pulang, deh. Oke, skip. Next.

Hari Selasa, 26 Agustus 2014. Komunitas @NontonJKT ngadain #NobarJKT film Guardians Of The Galaxy di Blitz GI jam 18.30. Ya, sebenernya sih gue udah nonton ini film versi 3Dnya pas tayang awal di Midnight, Sabtu 20 Agustus 2014 lalu. Tapi berhubung ada scene yang guenya ketiduran, jadinya gue mau nonton lagi yang versi 2D dan kali ini bareng temen-temen dari @NontonJKT . FYI, Selasa itu, sejarah baru terukir di komunitas @NontonJKT. Karena ada 80-an orang (tepatnya gue lupa) yang ikutan #NobarJKT #GOTG malem itu. Yeayyyy…

Nobar GOTG

Padahal sebelumnya cuma 37 orang yang ikutan #NobarJKT Detective Conan : Dimensional Sniper di hari Jumat, 15 agustus 2014. Nah, sebelum nonton GOTG jam 18.30nya, gue memutuskan untuk mengisi jam kosong –gue balik kerja jam tiga, dan otomatis setengah empat udah beredar di GI- sambil menunggu setengah tujuh itu dengan menonton Lucy. Agak telat sih gue masuk audi, karena si Lucy sudah berjalan 30 menitan.. Jadi, hari selasa ini gue nonton 2 film. Lucy dan GOTG 2D. Di Blitz GI.


Nobar Conan


Hari Rabu, 27 Agustus 2014. Ini hari gue skip nonton karena lembur 2 shift. Oke, next.

Hari Kamis, 28 Agustus 2014. Kalo temen-temen @NontonJKT emang udah merencanakan untuk #KamisKeBioskop dan nonton Ju On 3 : The Beginning of The End jam 21.30 di Blitz GI. Iya.. Malem jumatan nonton #HorrorJKT. Skip lah gue sebenernya. Mana demen gue nonton horror. Yang ada merem terus gue gak liat ke layar. Dan lagi, niat awalnya gue cuma mau ikutan meeting sama tim K-nya @NontonJKT. Cumaaaa.. Mereka semua selalu menggoda saya untuk ikut nonton si Ju On ini.. Meskipun sudah berdalih “Kalo ada yang nganterin pulang sampe rumah, baru gue nonton” mereka tetap menggoda saya. Sebenernya itu alasan gue biar gak nonton. Karena gue tau, yang biasa nganterin gue pulang gak bisa ikutan nonton. Tapi, takdir berkata lain. Saat meeting, mereka masih gencar merayu untuk ikutan nonton Ju On. Dan si Sanguin Melankolis ini tetiba memesan tiket Ju On jam 21.30 via blitzmegaplex.com. Oke! Jadi, ibadah nonton malem jumatnya di Audi 7 seat D 4-13, menyaksikan si Toshio Saeki muncul tiba-tiba di layar. Deym!
para peserta ibadah malam jumat #HorrorJKT
Foto Kaki!


Hari Jumat, 29 Agustus 2014. Nah… Kali ini gue dapet undangan nonton film Korea berjudul Roaring Currents jam 19.00 di Blitz GI (again!). Dan seperti yang sudah-sudah, untuk mengisi kekosongan waktu, gue memutuskan untuk nonton film sekalian numpang tidur sore itu. Nah, ada cerita lucu nih di sini. Jadinya kan gue beli tiket untuk film Planes : Fire and Rescue jam 16.15 Audi 6. Karena cuma jam itu yang menurut gue cocok. Dan gak terlalu rame yang nonton. Bisa lah bobok cantik bentar. Pas gue beli, seinget gue itu film harusnya udah mulai. Tapi gue tetep ke toilet dulu sebelum masuk audi. Kebelet, cyin. Abis dari toilet gue masuk lah ke audi yang pintunya baru dibuka itu. Yang gak jauh dari toilet. Setelah tiketnya di robek sama mbak-mbak penjaga pintu, gue masuk dan ngambil kacamata 3D. Oke. Sempet bingung, emangnya Planes 3D? Eiya, kok susunan kursinya beda, ya, sama yang di layar pas pesen tiket via blitz machine? Skip. Gue tetep masuk itu audi dan langsung menuju row D seat 8. Film belum mulai. Penonton masih sepi. Gue gak curiga sama sekali. Mungkin karena kondisi gue yang super ngantuk. Sambil nunggu film mulai, ku pejamkan mata ini. Mencoba tidur. Sekitar 15-20 menit kemudian, film mulai. Etapi, kok ada si Peter Quill kecil, ya? Loh, ini kan Guardians Of The Galaxy? Ini si operator proyektornya salah muterin film, ya? Skip. Gue malah lanjut tidur. Tidur-tidur ayam, sih. Sempet melek di beberapa scene. Dan masih belom ngeh. Setelah film selesai. Turun. Keluar audi. Sambil balikin kacamata 3Dnya, gue nanya sama mas-mas yang jaga. 
“Mas ini salah muterin film, ya? Seinget saya , saya beli tiketnya Planes, deh” sambil nunjukin tiket gue. Dan you know si mas-masnya bilang apa? 
“Ini audi sembilan, mbak. Itu tiketnya audi enam” sambil senyum ke gue. 


Dan gue langsung keluar Audi sambil geleng-geleng kepala dan ngetawain diri sendiri. SKIPNYA KEBANGETAN SIH, RUL! Dan pas keluar Audi 9, sudah rame orang-orang yang register untuk nonton Roaring Currents jam 19.00.
Foto duyuu sebelum nonton Roaring Currents


Hari Sabtu, 30 Agustus 2014. Planet Hollywood jam sembilan pagi. Iya, gak salah kok. Jam sembilan pagi sudah harus ada di Planet Hollywood, Gatot Subroto, Jakarta untuk Premiere film Hijabers In Love (untuk umum, karena Jumat malamnya baru saja Gala Premiere). Jadi ceritanya @NontonJKT dapet 25 undangan untuk menghadiri Premiere film Hijabers In Love ini. Karena pagi banget dan yang lainnya gak bisa, jadilah gue mewakili @NontonJKT hadir di acara ini. 24 tiket lainnya? Gue sebar ke grup whatsapp dan dijadiin kuis di akun @NontonJKT . Ini satu-satunya hari di mana gue gak ke GI dan gak nonton di Blitz. Hihihi.

25 tiket Hijabers In Love
inilah para pemenang #KuisDadakan dari @NontonJKT
with #TeamJaksel @nebengers dan Tim #ArisanBuku @kemudian
Nah… Sekian cerita Diary nonton gue selama seminggu ini. Untuk review filmnya gue posting terpisah aja ya. Hihihi… See you di next #NobarJKT!   

nb: foto-foto koleksi pribadi dan dokumentasi @NontonJKT (bit.ly/nobarGOTG

  

Senin, 11 Agustus 2014

#SundayMovieMarathon With @NontonJKT




Hari Minggu, 10 Agustus 2014 kemarin, gue dan beberapa temen dari @NontonJKT nonton bareng 2 film sekaligus yaitu Teenage Mutan Ninja Turtles dan Into The Storm di Epicentrum XXI, Kuningan. Dan gue mau review filmnya, ah. Eh, tapi sebelum gue review kedua film di atas, gue mau ngenalin @NontonJKT dulu nihh..

Komunitas yang menamakan dirinya @NontonJKT adalah sekumpulan orang-orang yang hobi nonton. Banyak kan yang hobinya nonton tapi males nonton sendirian? Nah si @NontonJKT ini jadi wadah buat temen-temen yang hobi nonton tapi males nonton sendirian, alias senengnya rame-rame. Biasanya sih untuk kaum jomblo, nih *digeplak segrup*.

Gue gabung di komunitas ini juga belom lama, kok. Awalnya karena diajakin sama Uda Anest (@bejanawaktu), gabung di grup whatsapp-nya dan udah beberapa kali ikut Nobar sama mereka. Kadang rame-rame, tapi pernah juga cuma bertiga. Heheh. Seru lah.

Perkenalannya segitu aja kali yaa.. Kalo kalian mau kenal lebih jauh dengan @NontonJKT ya tinggal follow aja akun twitternya. *piss*

Now… the review…  

1.       TEENAGE MUTAN NINJA TURTLES

Masih berkisah seperti film terdahulunya, mengenai empat ekor kura-kura yang bermutasi menjadi seukuran manusia reptil dan mereka berempat menggunakan keahlian bela diri mereka untuk memerangi kejahatan Shredder (Tohoru Masamune) beserta komplotannya (Foot Clan) yang ingin menguasai kota New York. Disamping itu mereka juga dibantu oleh reporter cantik April O'Neil (Megan Fox) dan kameramennya, Vern Fenwick (Will Arnett) dalam mencegah niat jahat dari Shredder. (Sumber : http://anaknonton.com/berita/internasional/item/1957-teenage-mutant-ninja-turtles-menjaga-imajinasi-masa-kecil-tetap-hidup )

image from here

Menurut gue, film Kura-Kura Ninja yang terdiri dari 4 Mutan Kura-Kura bernama Michelangelo, Raphael, Donatello dan Leonardo yang dibesarkan oleh Tikus Mutan bernama Splinter ini lumayan bisa membuat gue bernostalgia dengan keempat kura-kura yang jago bela diri tersebut. Terutama dengan Michelangelo, one of my favorite, dengan sifatnya yang humoris dan sedikit playboy juga hobi flirting *eh, fokus*.
Michelangelo (image from here)

Dari segi cerita, lumayan lah. Meskipun gue masuk theaternya telat 15 menit, tapi masih bisa nangkep isi filmnya. Yang ternyata si ini itunya si kura-kura, terus si itu  kenal sama si ini. Dan lagi si anu yang jahat.  *mencoba untuk ga spoiler jadinya gitu deh. haha*. Kalo dari segi teknik filmnya mah udah keren. Sukaaaa.. Cuma emang kurang berasa 3Dnya aja kmaren. tapi penasaran sama 4DX3Dnya, *eh*.

Tapi seru bisa bikin gue teriak-teriak lagi *maap yaa yang kemarin duduknya di sebelah gue jadi keberisikan*. Adegan yang masih gue inget adalah saat keempat kura-kura itu di dalem lift menuju rooftop yang ada di lantai 54, si Michelangelo iseng mengetukkan senjata yang ia pegang sehingga menghasilkan nada, yang kemudian diikuti oleh ketiga saudaranya hingga menghasilkan irama musik. Intermezzo yang cerdas! Hehe..

Adegan di lift


2.       INTO THE STORM

Dalam rentang satu hari, kota Silverton porak-poranda oleh serangan tornado yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kebanyakan orang mencari perlindungan, sementara sekelompok pelajar malah berlari ke arah pusaran, berusaha mengabadikannya dalam sebuah dokumentasi. (Sumber : http://anaknonton.com/jadwal-film/internasional/sedang-tayang/item/1943-into-the-storm )

image from here

Awalnya gue pikir ini film akan sama dengan Twister, film di tahun 1996 yang bercerita tentang beberapa ilmuwan yang mengejar tornado. Sama-sama mengejar tornado, dan sama-sama ada EF5, alias tornado terbesar sepanjang sejarah per-tornado-an. Cuma bedanya cara pengambilan gambarnya yang seperti film dokumenter. Dan tekniknya yang lebih canggih, jadi penonton seperti merasakan si Tornado tersebut *padahal gue nonton 2D loh, Dolby Atmos, sih. Hehe*. Dari segi cerita juga beda, meskipun agak gak nyambung dan tetep ada kisah kasih di sekolahnya, tapi mayan lah.

image from here

Dan alurnya. Saat awal film mulai, prolog, kemudian dikasih tornado, relaks lagi cerita biasa, tornado lagi, relaks lagi, tornado lagi. Ya, seru deh. Yang keren itu saat si tornado menghisap api, hingga apinya menjalar ke atas. Dan pas si Pete dan tank-nya *yang gue lupa itu tank dikasih nama siapa* kebawa tornado sampe ke atas, pemandangan langit yang indah dan kemudian terjun bebas ke bawah. Gue aja sampe nutup mata karena ngeri. Dan pegangan kursi karena berasa seakan-akan gue lagi naek wahana halilintar di Dufan. Hehe. Dan seperti biasa masih tetep berisik si guenya. Cuma di film ini gue lebih sering nutup mulut pake tangan biar gak teriak. Kasian yang duduk di sebelah gue, pasti keberisikan banget. *piss*.

Baiklah sekian tulisan gue yang absurd ini. Semoga gak spoiler deh, ya. Hehe.

See yaa di #NobarJKT berikutnyaaaaa.....

with @NontonJKT

Selasa, 05 Agustus 2014

Kamu Termasuk Pribadi yang Mana?


Menurut ilmu Psikologi, ada 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia, antara lain:
  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.
4 kepribadian di atas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Memangnya apa aja sih kekuatan dan kelemahan dari ke-4 kepribadian itu? Ini yang gue copas dari postingan di blognya Arie5758 yang berjudul 4 Kepribadian Manusia 


SANGUIN

Kekuatan :
  • Suka bicara.
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
  • Antusias dan ekspresif.
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
  • Hidup di masa sekarang.
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
  • Umumnya hebat di permukaan.
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
  • Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :
  • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
  • Susah untuk diam.
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
  • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
  • Mudah berubah-ubah.
  • Susah datang tepat waktu jam kantor.
  • Prioritas kegiatan kacau.
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
  • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
  • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

KOLERIS

Kekuatan :
  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :
  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

MELANKOLIS

Kekuatan :
  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :
  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

PLEGMATIS

Kekuatan :
  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
  • Penengah masalah yg baik.
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
  • Baik di bawah tekanan.
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
  • Rasa humor yg tajam.
  • Senang melihat dan mengawasi.
  • Berbelaskasihan dan peduli.
  • Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan :
  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
  • Takut dan khawatir.
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
  • Terlalu pemalu dan pendiam.
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
  • Kurang berorientasi pada tujuan.
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
  • Tidak senang didesak-desak.
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

Udah tahu, kan bedanya Sanguin, Koleris, Melankolis dan Plegmatis? Dan setiap manusia bisa memiliki lebih dari 1 kepribadian. Terus, gue iseng-iseng ikutan kuisioner Tes Kepribadian  yang hasilnya seperti yang udah gue duga. Melankolis menjurus Plegmatis. Lebih dominan Melankolis, sih. Hihi..

Kalo kamu, termasuk pribadi yang mana?

Sabtu, 26 Juli 2014

Pelangi Kala Hujan

Pelangi Kala Hujan
By Nurul Aria / @rulachubby


Lebaran kali ini kamu pulang ke rumah kan, nduk? Jangan lupa kenalin calon kamu ke Ibu, ya.

Pertanyaan Ibu semalam masih terngiang dengan jelas di telinga Nisa. Pembicaraan Ibu dan anak yang terpisah jarak malam itu membuat Nisa tak dapat tidur dengan nyenyak. Nisa mencoba memejamkan kedua matanya. Mengenyahkan semua yang ada di benaknya kini. Rasa takutnya akan sebuah komitmen yang bernama pernikahan itu kembali menghantuinya. Mimpi buruk itu pun datang lagi menghampirinya.

***

Aku janji, aku akan menikahi kamu. Setelah tugas aku selesai.

Ucapan Rasyad yang masih Nisa ingat sebelum ia pergi meninggalkan Nisa, menuju pesawat yang akan membawanya terbang ke Timur Indonesia. Rasyad, lelaki yang sudah lebih dari dua tahun menjalin kasih dengannya. Lelaki yang sangat ia harapkan akan menjadi pendamping hidupnya kelak. 

Aku janji. Aku sayang kamu. Cuma kamu yang aku inginkan untuk jadi pendampingku, ibu dari anak-anakku kelak.

 Nisa masih ingat janji Rasyad setahun lalu. Di Bandara Soekarno – Hatta, saat Nisa mengantar keberangkatan lelaki bertubuh atletis itu untuk bertugas di pulau seberang.

“Hari ini Rasyad akan pulang.” Nisa melihat lagi kalender pada agendanya. Terdapat lingkaran dengan tinta merah pada tanggal 12. Nisa menandainya setelah dapat kabar terakhir dari Rasyad, tiga bulan yang lalu. Sebelum akhirnya komunikasi mereka terputus. Nisa akan menjemputnya hari ini. Menjemput lelaki yang sangat ia rindukan.

Seperti apa rupa kamu sekarang, mas?

Nisa sudah berada di lobby kedatangan Bandara Soekarno – Hatta. Hatinya berbunga-bunga. Rindunya seakan tak tertahankan lagi. Sudah tidak sabar ingin memeluk lelaki terkasihnya tersebut.

Nisa memperhatikan satu persatu penumpang yang keluar. Mencari sosok yang selama ini ia rindukan.

Ah, itu dia, Rasyad. Tidak ada yang berubah darinya.

Nisa tersenyum gembira setelah melihat lelaki yang selama ini ia rindukan sudah terlihat di kejauhan. Tapi senyumnya tak bertahan lama. Lelaki tersebut semakin mendekat ke arahnya. Bersama wanita cantik, yang bergelayut mesra di lengan Rasyad.

Deg! Siapa wanita itu?

“Nisa..” ekspresi kaget pun terpancar dari wajah maskulin Rasyad. Nisa mencoba untuk tersenyum, meskipun ada yang mengganjal di hatinya.
“Kamu… sendiri?” Rasyad kikuk. Nisa mengangguk. Masih dengan senyum yang dipaksakan.

Wanita cantik berkulit putih itu masih menggandeng lengan Rasyad mesra. Nisa risih melihat ada wanita lain bersama lelakinya itu.

Seakan bisa membaca gelagat Nisa, Rasyad mengenalkan wanita berkulit putih tersebut padanya.
“I.. ini Luna, istri ku. Luna, ini Nisa, sahabat aku sejak kecil” Wanita cantik berkulit putih tersebut mengulurkan tangannya kehadapan Nisa.

Wanita cantik ini istrinya? Lalu aku? Sahabatnya sejak kecil?

Pertahanannya runtuh, dua bendungan yang berusaha ia tahan di kedua matanya pun tak dapat ia tahan lagi. Nisa membalikkan tubuhnya, membelakangi Rasyad dan wanita yang ternyata istrinya. Di kedua pipinya sudah terbentuk dua aliran sungai. Nisa berjalan secepat mungkin menjauhi Rasyad dan keramaian di lobby bandara tersebut. Ia tidak memperdulikan orang-orang yang memandangnya aneh. Juga teriakan Rasyad yang memanggil namanya. Ia hanya ingin pergi dari situ, secepatnya.

***

Akhir-akhir ini ia sering melamun. Entah apa yang ia pikirkan.

Aldi masih memandangi perempuan bergaun merah di hadapannya. Ya, ia sangat senang memandangi perempuan yang menjadi rekan kerja satu timnya setahun belakangan ini.

“Kenapa, Di?” perempuan bergaun merah tersebut heran melihat Aldi memandanginya terus. “Ada yang salah sama penampilan gue?” Aldi tersenyum melihat ekspresi keheranan di wajah Nisa.

“Nggak, kok. Nggak ada yang aneh sama lu. Gue cuma heran aja, cewek secantik lu hobinya bengong ternyata. Hehe”

“Sial. hehe” Nisa pun ikut tertawa.

Kamu manis kalau sedang tertawa.  Batin Aldi.

***

“Menikah itu ibadah, Nis. Kalo cuma gara-gara mantan lu itu lu jadi nggak mau nikah, rugi di elu. Dia udah bahagia sama pasangannya. Nggak usah lu pikirin dia lagi. Mendingan sekarang lu pikirin diri lu sendiri, dan Nyokap lu. Berapa umur nyokap lu sekarang? Berapa umur lu sekarang? Come one, Nis! Allah itu nyiptain makhluknya berpasang-pasangan. Jadi, kalo lu nggak mau nikah, orang yang tadinya ditakdirin berjodoh sama lu jadi nggak punya pasangan, dong?” 

Obrolannya saat makan malam dengan Aldi tadi kembali terngiang di benaknya.

“Ada benarnya, sih” Ujar Nisa sambil memandang plafon kamarnya.

***

 Sudah saatnya.
Batin Aldi ketika melihat Nisa sedang duduk terdiam di kubikel kerjanya.

“Belum pulang, neng?” tanya Aldi sambil menepuk pundak Nisa.
“Belum, nih. Males.”
“Bulan depan udah puasa, lu nggak ada niat ngambil cuti terus pulang ke rumah sebelum puasa, gitu?” Aldi menyelidik.
“Nggak. Entar pasti ditanyain calon terus sama nyokap.”
“Yaudah, gue temenin.”
“Maksudnya?” Nisa menatap Aldi bingung.
“Ya.. gue temenin lu pulang, ketemu sama Nyokap lu.” Ujar Aldi santai.
“Buat apaan? Lagian ya, nanti gue juga bakal pulang ke rumah kok pas lebaran.” Jelas Nisa heran.
“Buat… ngelamar lu jadi istri gue.” Ujar Aldi serius. Nisa memandang Aldi heran.
“Gue nggak tau kapan perasaan ini muncul, Nis. Tapi, setiap gue sama lu, gue selalu ngerasa bahagia. Setiap ngeliat lu sedih, ataupun ngeliat lu diem kayak belakangan ini, gue ngerasa kehilangan lu. Kehilangan lu yang selalu ceria, lu yang selalu senyum sama siapa aja. Lu yang selalu jadi diri lu sendiri.”

Nisa bergeming.

“Gue nggak bisa janjiin lu apa-apa, sih. Tapi gue cuma mau buat lu bahagia, Nis. Nggak sedih lagi setiap ditanya kapan nikah sama nyokap lu. Gue… Gue mau nyembuhin luka lu itu, Nis. Luka yang dibuat sama mantan lu, yang membuat lu trauma dengan komitmen dan nggak mau nikah. Gue mau nyembuhin luka lu itu, Nis” Aldi menggenggam tangan Nisa. Mencoba meyakinkan perempuan di hadapannya ini, bahwa ia serius ingin menjadikan Nisa pendamping hidupnya.

Nisa tidak dapat berkata apa-apa. Kedua pipinya sudah basah, kini. Ada perasaan aneh yang menyerang hatinya. Membuat pertahanannya runtuh lagi.

“Nis…” Aldi mencari-cari jawaban di mata Nisa.

“Kalo nyokap gue jantungan, terus anfal karena kaget dengan lamaran lu yang tiba-tiba ini, sebelum Ramadhan pula, lu mau tanggung jawab?” Nisa menatap Aldi sambil tersenyum. Aldi menatap mata Nisa, mencari keseriusan di sana. Nisa mengangguk, kemudian tersenyum dan mengusap air mata yang sejak tadi membasahi pipinya.

Tuhan, terima kasih untuk kejutan kecil menjelang Ramadhan ini. 

***


nb: Ini tulisan gue setahun lalu yang gue ikutsertakan dalam #ProyekMenulis nulisbuku.com yang ternyata masuk dan dicetak di Kejutan Sebelum Ramadhan buku 8. Dan ini iseng gue posting di blog.. :D

Kamis, 10 Juli 2014

Sahabat Terbaik

Sahabat Terbaik  


You say you wander your own land
But when I think about it
I don’t see how you can
You’re aching, you’re breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody’s changing
And I don’t know why

So little time
Try to understand that I’m
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody’s changing
And I don’t feel the same

(Everybody’s Changing – Keane)

Suara lembut Tom Chaplin, vokalis band Keane, mengalun dari iPod touch kesayangan Fani. Ditatapnya layar smartphonenya dengan sedih. Masih terpampang chat terakhir dengan sahabatnya semasa kuliah dulu.

Tanti: Lo yakin dgn keputusan lo ini Fan?
Tanti: Lo bahkan ga menghargai kita2 yg masih nganggep lbagian dari kita?
Fani: Maafin gue Tan, tapi gue beneran udah ga nyaman lagi
Tanti: Karena lo ga gabung di grup kah?
Tanti: Atau ada kata2  gue yang nyinggung lo Fan?
Fani: I don’t know Tan. I just feel…
Tanti: Gue emang ga tau ada kejadian apa kemaren antara lo sama anak2. Tapi Fan, kita kan temenan udah lama. Kalo emang ada masalah, ya kita bahas bareng2 lah.
Fani: Jujur Tan, gue ga ngerasa dihargain banget. Bukannya gue gila hormat, tapi..
Fani: Gue udah lama ngerasa ga nyaman Tan. Dan gue udah ga sanggup harus pura2 nyaman di hadapan kalian.
Fani: Maafin gue Tan, gue ga bisa berada di tempat yg ga menghargai gue. Bahkan ga anggep gue ada.
Tanti: Ya sudahlah kalo keputusan lo udah bulet. Gue ga bisa maksa. Kan setiap orang pasti berubah Fan. Termasuk kita.
Tanti: Gue cuma bisa bilang, kita sama2 udah dewasa. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Selamat jalan kawan.

Dua aliran sungai sudah mengalir membasahi pipi Fani kini. Sedih, sakit, kecewa, kehilangan. Semua rasa itu campur aduk menggeluti Fani yang saat ini hanya terdiam mematung dalam kamarnya. Keputusannya sudah bulat. Fani sudah kecewa dengan sikap teman-temannya.
Dialihkan pandangannya ke monitor laptop empat belas inci yang sedari tadi dibiarkan menyala, terdapat wajah teman-temannya di sana. Foto-foto yang tersimpan rapi dalam file khusus di memori laptopnya. Foto-foto ketika masih kuliah dulu, saat bolos bersama, kemping di Curug, Jambore, Ospek kampus, hingga foto-foto saat praktek kerja lapangan dulu masih ia simpan.     
Dipandanginya satu per satu wajah ke delapan sahabatnya yaitu, Lea, Sari, Tanti, Rina, Riza, Doni, Bram dan Pandu. Ada kerinduan yang dirasakannya saat menatap foto-foto lama itu. Fani rindu canda tawa teman-temannya dulu. Rindu kebersamaan mereka semasa kuliah dulu. Rindu. Ingin rasanya ia kembali lagi ke masa lalu. Masa di mana semuanya belum berubah seperti sekarang.
Ya, Tanti benar. Keane juga benar. Setiap orang pasti berubah. Berubah menjadi orang asing.  Berubah menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Mengejar mimpi-mimpi mereka. Dan sepertinya hanya Fani yang enggak berubah.

Everybody’s changing and I don’t feel the same..

****

“Kenapa murung begitu mukanya?” ujar Selly, Mama Fani, begitu melihat anak gadis satu-satunya itu keluar kamarnya dengan wajah ditekuk.
Fani hanya menggeleng lesu, kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju ruang tamu. Hendak menonton televisi, namun pikirannya tidak tertuju pada layar plasma di hadapannya.
Bu Selly menghampiri anaknya yang bersikap aneh hari itu.
“Kamu kenapa sih, Nak? Sejak tadi mama perhatikan kamu hanya cemberut saja di depan TV. Filmnya yang gak ada yang bagus, ya?” ujar Selly pada anaknya yang masih memasang wajah tak enak itu. Yang ditanya hanya menggeleng pelan dan beberapa saat kemudian wajahnya berubah sedih, seperti hendak menangis.
“Kalau ada masalah cerita sama mama. Mungkin saja mama bisa bantu” Selly memeluk anak kesayangannya itu dengan lembut. 
Dengan segera mengalirlah cerita tentang retaknya hubungan persahabatan Fani dengan teman – teman masa kuliahnya dahulu dari bibir mungil Fani. Selly mendengarkan dengan seksama. Sesekali ia menyeka air mata yang mengalir di kedua pipi anaknya itu dengan tisu. Bahkan tak jarang Selly merengkuh anak gadisnya itu ke dalam pelukannya. Seakan ingin menguatkan anaknya yang sedang rapuh kini.
….
“Menurut  mama, yang Fani lakukan ini salah nggak sih, Ma?” Tanya Fani masih dengan air mata di pipinya.
Selly tersenyum sambil mengelus kepala Fani yang masih berada di dalam pelukannya itu.
“Kalau mama jadi kamu, mama pasti akan melakukan hal yang sama seperti kamu sekarang. Untuk apa kita berada di tempat yang nggak membuat kita nyaman? Yang ada nanti kita malah ngedumel sendirian, ngeluh terus, jadinya malah nambah dosa, loh.”Selly menjelaskan dengan tenang.
“Sahabat yang baik adalah sahabat yang bisa mengerti kondisi sahabatnya, mau menerima segala kelebihan dan kekurangan yang sahabatnya miliki. Sahabat yang baik itu akan selalu berusaha membuat kita nyaman berada di dekatnya. Dan tidak pernah pamrih saat kita meminta bantuan. Bahkan biasanya, mereka yang akan menawarkan bantuan terlebih dahulu sebelum kita meminta.” Selly menatap anaknya yang masih menangis.
“Apa yang kamu tangisi, Nak?” Tanya Selly sambil menyeka kedua pipi anaknya yang chubby itu.
“Entahlah, Ma.” Bahu Fani terangkat ragu.
“Mama tahu kamu pasti sangat kecewa dengan mereka. Berat memang melepaskan orang–orang yang kita sayang. Tapi, jika itu demi kebaikan mereka dan juga demi kebaikan kita sendiri, ikhlaskan sajalah.” Selly memberi kekuatan pada anaknya dalam nasihatnya.
“Tapi Ma, bukannya memutuskan tali silaturahmi itu hal yang tidak disukai Allah, ya?” Tanya Fani bingung.
Selly menggeleng sambil tersenyum.
“Allah maha mengetahui segalanya, Nak” ujar Selly tenang.“Ada pepatah yang mengatakan, gugur satu tumbuh seribu. Yakinlah, meskipun kamu kehilangan sahabat–sahabat terbaik kamu saat ini…” ditatapnya lagi wajah anak semata wayangnya itu dengan lembut. “ …tapi kamu pasti akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik lagi.”
Fani memandang takjub pada Mamanya. Senyum pun perlahan merekah di bibir mungilnya. Ada ketenangan yang menghangatkan hatinya kini. Di peluknya satu–satunya wanita yang telah melahirkannya dan juga menjadi sahabatnya selama ini. Hanya mamanya yang selalu mengerti keadaan Fani.Walaupun kini Fani sudah beranjak dewasa, tapi mamanya tetap menjadi sahabat terbaik bagi Fani.

You’re gone from here
And soon you will disappear
Fading into beautiful light
Cause everybody’s changing
And I don’t feel right

So little time
Try to understand that I’m
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody’s changing
And I don’t feel the same


(Everybody’s Changing – Keane)

****

Ini salah satu FF lama gue, yang gue bikin karena terinspirasi dari lagunya Keane dan ngetiknya sambil nangis. FF ini gue kirim ke NBC Bekasi untuk proyek menulisnya yang bertema "Friendship". Dibukukan dengan judul Long Friendship dan hanya dijual di nulisbuku.com