Tampilkan postingan dengan label #BoxOfficeMovie #IndonesiaBoxOfficeMovie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BoxOfficeMovie #IndonesiaBoxOfficeMovie. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Indonesia di Tahun 2036 Dalam Film 3 (Alif, Lam, Mim)

Fight, never lose hope
“Rapatkan shaf”
“Akhirnya gue tahu alasan gue belajar bela diri.”

pic from here

Itu sekilas kalimat-kalimat yang paling gue inget dari film 3 (Alif, Lam, Mim) yang gue tonton (untuk kedua kalinya) semalam. Iya, ini kedua kalinya gue nonton film yang merupakan debut Arie K Untung sebagai produser. Pertama, saat Gala Premiere. Kedua, semalam bareng temen-temen dari @NontonJKT.

Waktu nonton yang pertama gue agak ketinggalan di scene awal, karena datengnya telat. Makanya gue penasaran sama scene awalnya. Dan ternyata, di awal filmnya juga udah keren. Terutama pas adegan silat antara Alif dan Lam. Film 3 ini memang lumayan banyak adegan silatnya. Koreografi silatnya sendiri dibantu oleh Kang Cecep A Rahmat, yang sebelumnya juga terlibat dalam film The Raid, dan juga tim Piranha. Hampir semua pemain dewasanya mendapatkan adegan silat di film ini, dan beberapa di antara mereka melakukannya sendiri, tanpa stunt man.

pic from here

Film yang bertema Sci-fi Dystopia ini bercerita tentang kondisi Jakarta, khususnya dan Indonesia pada umumnya pada tahun 2036. Setelah sebelumnya terjadi Revolusi di tahun 2015 sampai 2026, pada tahun 2036 Indonesia sudah aman dan menganut paham liberal. Namun ternyata masih ada saja teroris dan aksi bom bunuh diri di beberapa tempat.

Alif, yang diperankan oleh Cornelio Sunny, berkarakter lurus, seperti Api. Lam (Herlam), yang diperankan oleh Abimana Aryastsya, berkarakter fleksibel, seperti angin. Mim (Mimbo), yang diperankan oleh Agus Kuncoro, berkarakter tenang, seperti air. Mungkin karena itu juga Anggy Umbara memasukkan ketiga unsur ini dalam setiap adegan yang ada 3 sahabat ini.

pic from here


Tidak hanya adegan silat, film yang idenya didapatkan sutradara Comic 8 : Casino King ini dari mimpinya juga menghadirkan drama percintaan antara Alif dengan cinta masa lalunya. Pun dengan Herlam, yang diceritakan sudah berkeluarga dan memiliki anak lelaki bernama Gilang (Bima Azriel), yang harus memilih antara pekerjaan atau keluarga.

pic from here

Cara Anggy mengemas film berdurasi 125 menit ini terbilang apik, dan memang sudah menjadi ciri khas sutradara nyentrik ini dalam memilah-milah bagian dan alur ceritanya serta memberikan kejutan di akhir cerita yang sedikit menggantung. Membuat penonton bertanya-tanya, akankah film yang diproduksi oleh FAM Pictures dan MVP Pictures ini memiliki sekuel lanjutan? Well, kita lihat saja nanti.

Film ini sudah tayang di Bioskop seluruh Indonesia sejak 1 Oktober 2015 lalu. Trailer resmi Film 3 (Alif, Lam, Mim) bisa dilihat di sini. Trailer : Official Trailer Film 3 (Alif, lam, Mim)


Jumat, 02 Oktober 2015

Movie Review : 3 Dara


Sutradara : Ardy Octaviand
Penulis Skenario : Nataya Bagya
Pemian : Tora Sudiro, Adipati Dolken. Tanta Ginting, Rianti Catwright, Ayushita
Genre : Komedi, Drama
Durasi : 86 Menit
Rumah Produksi : MNC Pictures


SINOPSIS
Affandi, Jay dan Richard adalah tiga sahabat dengan latar belakang berbeda namun memiliki kesamaan : womanizer dan kurang menghargai perempuan walaupun ketiganya memiliki pasangan. Affandi (Tora Sudiro), sudah menikah selama 20 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang mandiri. Jay (Adipati Dolken), sudah bertunangan namun masih menunda pernikahannya. Richard (Tanta Ginting), lebih memilih long distance relationship.
Mereka adalah lelaki-lelaki sukses yang hanya selalu ingin menikmati hidup dan bersenang-senang tanpa pasangannya. Kehidupan mereka berubah saat bertemu Mel (Ayushita), seorang pelayan bar yang mengutuk kelakuan Affandi, Jay dan Richard. Berbagai keanehan dan kesialan menimpa mereka terutama yang berhubungan dengan pasangan masing-masing. Mereka terpaksa meminta bantuan Windy (Rianti Catwrigth), psikolog yang lihai menangani berbagai masalah kegalauan identitas.
Perjalanan Affandi, Jay dan Richard mencari jawaban membawa ketiganya pada kenyataan baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

REVIEW
Film yang berdurasi 86 menit ini mampu membuat penonton tertawa di hampir semua adegannya. Terutama ketika tiga pemeran utamanya, Tora Sudiro, Adipati Dolken dan Tanta Ginting mulai bersikap layaknya wanita. Apalagi ketika Adipati bersikap sensitif ibarat perempuan yang sedang PMS. Tidak bisa dipungkiri, ketiga pemeran utama ini begitu mendalami peran mereka.
Meskipun ada beberapa adegan yang kurang ‘greget’ dan terkesan dipaksakan, namun hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi jalan ceritanya.
Genre drama komedi yang dipilih Ardy Octaviand, sang Sutradara, untuk film ini juga menyelipkan pesan moral untuk para penontonnya. Seperti untuk menghargai perempuan, dan tentang berkomitmen, juga pernikahan. Salah dua quote yang ada di film produksi MNC Pictures ini adalah “Kesempurnaan itu adalah teamwork, kerja keras dan respect” dan “Kan masalah perempuan enaknya ngobrol sama perempuan”.
Soundtrack film karya Ardy octaviand ini diisi oleh suara merdu Citra Scholastika yang diberi judul Turning Back To You.

Film ini sudah tayang sejak 23 September 2015.



Note : Tulisan ini juga di posting di web NontonJKT

Rabu, 30 September 2015

Movie Review : 3 (Alif, Lam, Mim)



Genre : Laga, Drama
Pemain : Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro, Bima Azriel, Tika Bravani, Prisia Nasution, Donny Alamsyah, Piet Pagau, Cecep A. Rahman, Tanta Ginting, dll.
Sutradara : Anggy Umbara
Produser : Arie K. Untung
Penulis Naskah : Bounty Umbara, Anggy Umbara, Fajar Umbara
Perusahaan Film : FAM Pictures, MVP Pictures
Durasi :125 menit


SINOPSIS
Mengambil latar belakang Jakarta pada tahun 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026 lalu. Hak asasi manusia menjadi segalanya. Peluru tajam sebagai senjata pembunuh sudah menjadi ilegal. Aparat cukup menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa. Satu dilema yang sangat menyulitkan, dimana beberapa kelompok radikal kembali bangkit dan telah menemukan bentuk perjuangannya untuk mengganti wajah demokrasi. Kemampuan bela diri yang tinggi sangat dibutuhkan, baik oleh para aparat maupun para penjahat.

Alif (Cornelio Sunny), Lam (Abimana Aryasatya) dan Mim (Agus Kuncoro) adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di sebuah pesantren bernama Al – Ikhlas.
Alif yang keras dan lurus dalam bersikap memilih menjadi aparat negara. Dia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orang tuanya. Lam yang menghanyutkan menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim, memilih mengabdi pada agama dengan tetap menetap di pesantren tersebut. Menjadikan dirinya sebagai manfaat untuk sekalian alam dan menjaga utuhnya nilai-nilai aqidah agama di muka bumi ini. Ketiganya dipertemukan kembali, setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah kafe.

Apakah yang akan dilakukan Alif ketika bukti-bukti dan investigasi mengarah pada keterlibatan Mim bersama para santri pesantren Al-Ikhlas?

Akankan Lam menemukan titik temu untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya?


REVIEW 
Alur cerita film ini mengalir tak terduga. Banyak kejutan yang ditampilkan dalam film yang mengambil tema distopia ini. Meskipun mengangkat issue yang agak sensitif seperti menjadikan Agama sebagai kambing hitam, dunia jurnalis yang kehilangan kebebasannya, namun tidak sedikit pesan moral yang disisipkan dalam film berdurasi 125 menit ini. Aksi laga yang ditampilkan juga memperkuat karakter setiap pemainnya.

Tidak hanya menampilkan konflik politik dan agama, film karya Anggy Umbara ini juga menampilkan kisah romansa Alif dengan cinta masa lalunya, juga dilema yang dialami Lam yang harus memilih pekerjaan atau keluarganya.

Konflik yang dihadapi oleh tiga sahabat, Alif, Lam, dan Mim ini dapat dilihat di Bioskop mulai 1 Oktober 2015 nanti. 


Note : Tulisan ini juga diposting di web NontonJKT

Selasa, 29 September 2015

Film 3, Debut Pertama Arie Untung

Senin, 28 September 2015 kemarin, saya mewakili NontonJKT ikut menghadiri premiere Film 3 (Alif, Lam, Mim) di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta. Pemutaran Film 3  yang dikhususkan untuk awak media ini dimulai pukul 14.40 di Studio 2. Dan setelah  pemutaran film diadakan konfrensi pers di lobby XXI.



Film besutan Anggy Umbara ini mengangkat isu tentang sosial, politik dan agama di Indonesia pada tahun 2036. Nama Alif, Lam, Mim ini didapatkan sutradara Comic 8: Casino King ini dalam mimpinya.

“Alif, Lam, Mim artinya multi tafsir, karena bisa diartikan berbeda-beda. Alif, lurus. Filosopi api yang bergerak selalu ke atas. Lam, seperti angin, jadi bergerak fleksibel. Mim, seperti air. Mengalir dengan tenang.” Jawabnya ketika ditanya mengenai arti dari Alif, Lam, Mim ini.

“Dan kenapa Indonesia, karena saya cinta Indonesia. Film ini menggambarkan ketakutan saya, jangan sampai nantinya Indonesia menjadi seperti di film ini. Pesan saya, rapatkan shaf, rapatkan barisan kita.” 

Film produksi FAM Production dan Multivision Plus ini mendapatkan respon positif dalam Balinale (Bali International Film Festival) 24 September lalu ini merupakan debut pertama Arie Untung di kursi Produser dengan budget besar.



“Respon di Balinale kemarin positif, bahkan mereka standing applause sebelum lampu dinyalakan.” Ujar Arie saat konfrensi pers di Lobby XXI Epicentrum kemarin.

Film yang memakan waktu 1,5 tahun dalam proses produksinya ini digarap oleh anak bangsa, dan merupakan karya anak bangsa, seperti yang dijelaskan oleh Anggy Umbara dalam konferensi pers kemarin. Anggy juga menjelaskan bahwa film 3 ini sepenuhnya sci-fiction, distopia.

Aktor yang digandeng Anggy sebagai bintang utamanya adalah Cornelio Sunny (Alif), Abimana Aryasatya (Herlam) dan Agus Kuncoro (Mimbo). Selain tiga tokoh utama tersebut, Film 3 ini juga didukung oleh aktris dan aktor yang sudah tidak asing lagi dalam dunia perfilman, seperti Prisia Nasution, Tanta Ginting, Tika Bravani, Donny Alamsyah, Cecep A Rahman, serta aktor kawakan Piet Pagau. 


Film 3 (Alif, Lam, Mim) ini akan tayang di bioskop pada 1 Oktober 2015 nanti. 


Note: Tulisan ini juga diposting di web NontonJKT

Sabtu, 15 Desember 2012

12.12.12


Hari Rabu..

Hari dimana 5 cm. The Movie pertama kalinya tayang serempak di bioskop seluruh Indonesia..

Tapi sebelum gue review tentang 5cm. The Movie ini, ada yang mau gue ceritain lebih dulu.

Sempet nge-tweet ini :
“ I'm home.. terimakasih ya Allah untuk 12.12.12.. I think that's my lucky number.. 1+2. 1+2.1+2 =>3.3.3 => 3+3+3 => 9.. yeayy *ngasal banget”

Kenapa gue ngetweet kayak gitu?

Because I’m so lucky on Wednesday 12.12.12 kemarin…

Pertama, tumben-tumbenan gue bangun cepet, dan berangkat lebih pagi dari biasanya.
Kedua, gue bisa masuk ke dalam gerbong Commuterline Jakarta-Kota pertama yang datang setelah gue tiba di stasiun Lenteng Agung, hal ini yang membuat gue nggak telat sampe tempat kerja. (^,^)
Ketiga, Pasiennya nggak terlalu banyak sehingga gue bisa istirahat. (karena saat itu kondisi gue lagi agak ngedrop (-___-))
Keempat, Dikasih kue + Coklat Silverqueen sama pasien. Asliik emang baik banget itu ibu.. makasih ya buu.. (^,^)v
Kelima, (dan sepertinya ini yang paling Lucky) udah dapet tiket untuk bisa nonton 5 cm. The Movie bareng Sahabat 5 cm. dan juga para pengasuh dari Yayasan Sayap Ibu Blok M di Studio 2 Blok M Square 21 jam 19.15. (menurut info di Twitter, hampir di semua Cinema 21 dan XXI yang muterin 5 cm. The Movie ini SOLD OUT alias HABIS untuk semua jam tayang. Whohooo.. Canggih kan?)




G 9


Paling Luckynya?

Gue datang lebih awal dari jam seharusnya berkumpul di 21 Blok M Square. Jam 15.30 WIB gue udah sampe di TKP. Belum ada siapa-siapa, karena saat itu MissEha, bang Cewang, dan Ryan lagi ke Yayasan Sayap Ibu, menjemput para pengasuh yang akan ikut nobar 5 cm. The Movie.

 Fathya, Me, MissEha dan Ryan

Sekitar pukul 17.00, sudah ada beberapa sahabat yang hadir, menukarkan bukti pembayaran dengan tiket nonton 5 cm The Movie. Info dari MissEha, ada 131 tiket nobar yang ada di tangannya saat itu.. whuiihhh…

131 Tiket nobar 5cm. The Movie

Dan… Tiba-tiba saat gue lihat sesosok lelaki berpostur tinggi besar datang menghampiri. Bang Donny Dhirgantoro, penulis novel 5 cm. dan juga penulis skenarionya 5 cm. The Movie. Sebenernya ini nggak terlalu surpraise, karena sebelumnya sudah diberitahu kalau Bang Donny akan datang ke acara nobar ini.    

Yang dibilang surpraise adalah….

Ternyata Bang Donny tuh nggak sendirian, beliau datang bersama Bunda Dewi, Ko Denny Sumargo, Bang Fedi Nuril, Bang Igor Saykoji dan juga Bang Herjunot Ali. Ini nih yang membuat gue merasa sangat beruntung hari itu.

Entah kenapa, hari itu gue dengan sengaja bawa Novel 5 cm. versi cover film, yang sebenernya udah selesai gue baca. Dan karena itu, akhirnya gue bisa minta tanda tangannya Ko Densu, Bang Igor dan bang Junot (kalo bang Fedi kan udah pas di Istora). Jadinya cuma kurang tanda tangannya Pevita Pearce aja deh.

lengkap... kurang Pevita Pearce aja (^,^)v

Nggak cuma tanda tangan. Tapi gue juga bisa foto-foto sama para pemeran utama laki-laki di film 5 cm. itu. Apalagi sama Ko Densu, dimana ada adegan gue dan Ko Densu foto pake Pin-raksasanya Sahabat 5 cm.

Kalo kata Ko DenSukan ceritanya lagi adegan sensor” .. *Senyum teruss*

Fly me to the moon.. And let me play among the stars…
Let me see what springs like on Jupiter or Mars...
In other words please be true... In other words, I love you!
(Frank Sinatra - Fly Me To The Moon)

Semuanya baik, semuanya ramah, dan semuanya mau dimintain tanda tangan dan foto bareng. Tapi, emang dasar gue lebih sering deketin Ko DenSu, jadinya gue lebih banyak tau gerak-gerik dan ceritanya Ko DenSu.. Cast. yang lain udah di kerubungin sama para cewek yang langsung heboh begitu tau ada makhluk-makhluk Tuhan yang sexy bin tampan dan juga di idolakan itu ada di dalam 21nya Blok M Square.

with bang Ian (Igor Saykoji) 

with bang Genta (Fedi Nuril)

with Ryan dan bang Zafran (Herjunot Ali)

Pokoknya, sore itu 21 Blok M Squre di buat heboh deh sama kedatangan cast.nya 5cm. The Movie ini. Walaupun mereka hanya mampir sebentar aja disana, tapi hebohnyaa. (^,^). Iya, mereka nggak ikutan nobar, karena mereka itu lagi “Visit Cinema” gitu deh. Mengunjungi bioskop-bioskop yang muterin film mereka, dan melihat antusias penonton dengan hasil karya mereka itu.

Ekpresinya bang Zafran kocak bangett (^,^)v

Oke, segitu aja yah cerita kehebohan sebelum Nobar 5 cm. The Movie-nya. Sebenernya banyak yang mau gue ceritain, tapi bingung karena sangking excitednya, sangking hebohnya. Euforia-nya masih terasa sampai saat ini, saat gue nulis semua ini.

Bang Arial with para pengasuh dari Yayasan Sayap Ibu

Now, How about the Film?   

Sebelumnya, gue cuma mau ingetin kalo ada film yang di adaptasi dari Novel itu jangan pernah membanding filmnya dengan novelnya. Apalagi kalo novelnya itu sudah Best Seller dan sudah cetakan yang ke 25.

Apakah 5 cm. The Movie ini mengecewakan?

For me, secara pribadi, gue SALUT sama yang bikin film ini.

Soraya Intercine Film yang mendelegasikan bang Rizal Mantovani sebagai sutradaranya sukses dengan sangat memanjakan mata gue dan penonton lainnya dengan keindahan alam Indonesia, terutama saat perjalanan menuju Malang dan di sekitar Semeru. Secara sinematografi, Keren banget! AWESOME!

Bang Donny Dhirgantoro yang menjadi penulis skenarionya, sukses mengaduk-aduk perasaan gue dan juga penonton yang lainnya. Sepanjang menonton 5 cm. The Movie ini para penonton dibuat tertawa, kagum, haru, hingga banjir air mata.

Untuk yang terakhir, itu lebih ke gue pribadi ya. Saat adegan Genta nembak Riani. Adegan yang sebenarnya nggak terlalu dijabarin di dalam Novelnya, tapi di jelaskan di filmnya ini sukses bikin gue nangis nggak berhenti. Bahkan gue sampe nutup mata dan kuping gue, karena adegan itu yang paling JLEB banget. :’)

Adegan itu yang memaksa gue untuk flashback ke masa lalu yang udah bisa gue kubur. Saat dimana salah seorang sahabat gue dari TK-SD yang udah lama nggak ketemu terus akhirnya ketemuan lagi pas reunian SD. Saat dimana dia bilang kalo dia sebenernya sayang sama gue, tapi nggak mau menghancurkan persahabatan yang baru dibangun lagi. Takut kalo pacaran, terus putus, terus jadi kehilangan sahabat terbaik. :’)

Huh.. jadi curhat kan gue.. *take a deep breath*

Lanjut..    

Bunda Dewi, yang udah memilih dengan teliti para akrtis dan aktor yang tak hanya ganteng dan cantik tapi juga berbakat untuk jadi pemerannya Arial, Genta, Zafran, Riani, Ian dan Arinda. Dapet banget deh Bun!

All Crew.. Kerja kerasnya, sukses bikin film ini keren!

All Cast. Denny Sumargo a.k.a Arial, Fedi Nuril a.k.a Genta, Herjunot Ali a.k.a Zafran, Raline Shah a.k.a Riani, Igor Saykoji a.k.a Ian dan Pevita Pearce a.k.a Arinda.. Kalian KEREN!

Paling kocak liat ekspresinya Juple setiap berubah jadi pujangga gadungan, saat Juple liat Dinda, dan “G-String” beneran pecah itu studio gara-gara malaikat berbaju putih dan merah itu. Terus yang kocak lagi, liat ekspresi datar dan cengo bin begonya bang Arial saat Indy ngajak kenalan. Ekspresinya Ian yang kayaknya nggak pernah berhenti senyum. Ekspresinya bang Genta setiap liatin Riani. Riani yang suka bermanja-manja ke Genta yang sukses bikin Genta salting. Arinda yang sama datarnya dengan bang Arial. Semuanya deh..

Yang paling salut sih saat adegan mendaki ke Mahameru. Dengan muka kotor penuh debu dan juga suara yang serak, hampir hilang sepertinya. Entah itu acting atau emang beneran, tapi yang pasti gue percaya mereka itu TOTALITAS banget! Keren.. keren..

Adegan yang gue tunggu, saat Genta melakukan CPR ke Ian, nggak terlalu keliatan sih, ketutupan kepalanya Genta.. heheheh… (^,^)v

Umm.. apalagi ya?

Kejutan di endingnya…

Sempat gue bertanya, apakah akan ada Happy Salma beneran seperti di ending novelnya?
Dan ternyata, beneran loh yaa itu Happy Salma pake baju putih bertuliskan “Bunda Happy”. Ini juga yang bikin pecah itu studio dengan gelak tawa dan tepuk tangan para penonton.

Pemeran pendukung lainnya juga hebat.. om Didi Petet, terus yang jadi dosennya Ian, pak Sukonto Legowo (bacanya jangan di sambung), kocakkkk bangett..

Oh iya, gue juga mau bilang kalo Soundtracknya juga KEREEEEN... Walaupun awalnya gue berharap ada beberapa lagu-lagu yang ada di Novelnya juga di masukin ke filmnya, tapi ternyata soundtracknya lebih keren... Berharap segera rilis yaa soundtracknya baik itu yang Nidji ataupun yang Ahmad Band.. Di tunggu! 

But well,, dimana ada kelebihan pasti tetep ada kekurangannya dong..

Here there are, beberapa kekurangan yang  ketangkep sama penglihatan gue.

1.    Perbedaan warna kulit para pemainnya, terutama Genta, Ian dan Arial. Ketauan banget kalo adegan yang awal-awal itu syutingnya pasti setelah dari Mahameru. Soalnya, di awal itu Genta mukanya agak geseng, item tapi pas adegan yang udah di Semeru lebih putih, masih kinclong deh. Ian lagi keliatan banget ada bekas kacamatanya.
2.  Carriel + ransel yang di bawa Arial, Ian, Genta, Riani, Zafran dan juga Dinda keliatan banget kosongnya. Enteng. Nggak kayak orang naik gunung.
3.    Adegan yang sebenernya sangat di harapkan nggak ada. Di Stasiun Lempuyangan, dengan Mbok penjual pecel (padahal itu ngena bangetttt). Perjalanan dengan Angkot mas Gembul. Perjalanan dengan Jeep, yang ketemu Deniek, dan Seorang bapak yang bilang “Mahameru itu bukan perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati”, nangkep daun kayu putih buat ngangetin badan. Surat dari Deniek untuk alm. Adrian. Arial yang pake sweater ungu kekecilan punya Zafran. Pengibaran bendera di Mahameru. Latihan pengibaran benderanya Arian, David, Zafran jr dan Aga.

Itu aja sih kalo menurut gue.

Gue ngerti, bang Donny pasti bingung memilih adegan mana aja yang akan di masukkan ke dalam filmnya. Karena hampir semua adegan yang ada di novel 5 cm. itu bagus, ngena, dan keren. Dan kalau di masukkin ke Film semua, bisa-bisa 3 jam kali ya durasi filmnya. Heheh..

Yang pasti secara keseluruhan, 5 cm. The Movie ini AWESOME!!!

Nonton bioskop kayak nonton bola, atau pertunjukan Teater yang langsung gitu. Satu studio tepuk tangan loh di beberapa adegan, dan heboh saat layar lebar di depan menayangkan pemandangan indah, pemandangan alam Indonesia..

Good Job bang Rizal…
Good Job bang Donny…
Good Job All crew and all Cast..

Good Job Soraya Intercine Film. b(^,^)d

Terima kasih.

Akhirnya ada lagi Film Indonesia yang berkualitas. Semoga perfilman Indonesia bangkit lagi. Yeayyy \(^,^)/

Selamat!

Karena di hari pertama pemutarannya di Bioskop-bioskop Indonesia, 5 cm. The Movie ini sudah SOLD OUT dalam hitungan jam. Nggak hanya itu, gosipnya di hari kedua pun ada beberapa wilayah yang juga SOLD OUT. Padahal studio yang muterin filmnya udah di tambah loh. 1 bioskop bisa 2-3 studio yang muterin 5 cm. The Movie ini… Keren!!!!

with Sahabat 5 cm. after nobar 

Dan bener loh kata Bunda Dewi waktu di acara Roadshow 5 cm. The Movie yang di Istora Senayan 24 November lalu "Begitu keluar dari Bioskop, pasti pada bilang Anjrit, filmnya keren. gue mau nonton film ini lagi" (yaa kurang lebih seperti itu yaa..) hehehe... (cerita lengkapnya bisa dilihat di sini)

Mantranya Bunda Dewi berhasil, banyak yang udah nonton 2-3 kali. Dan gue, pasti akan nonton 5 cm. The Movie ini lagi bareng temen-temen gue yang lainnya.. 

Mari kita dukung karya anak bangsa!




Rula, pamit!

Nb: beberapa foto taken from Sahabat 5 cm group FB


Senin, 10 Oktober 2011

Marathon Box Office Movie

Just wanna share my story…

I called it #datingThursday  and #datingFriday *back to Bahasa aja ya*

Jadi cerita awalnya gini --> sebenernya udah lama banget gw + sahabat gw dari kecil *kita sebut aja* Niar mau naek KOPAJA AC S-13 jurusan Ragunan belakang – Grogol itu... Kita emang hobi jalan dan nyoba sesuatu yang baru... Pernah loh gw + Niar seharian naek TransJakarta Busway Cuma untuk nyobain Rute baru Pluit- Pinang Ranti, PGC – Tj. Priok, dan beberapa Rute lama... Maksudnya siih biar kita tahu dan ga nyasar kalo mau kemana-mana dan bisa mengandalkan sarana transportasi yang udah di sediakan pemerintah itu.. Hmm... okeh cukup sekian narasinya... Hehe dan kebetulan gw masih liburan *sebelum dapet kerja lagi* dan sahabat gw ini juga bisa Libur karena si Boss lagi ke Luar Negeri... Jadinya kita manfaatin deh waktu 2 hari kedepan *Thursday n Friday* untuk Marathon Box Office Movie… *hubungannya??*
*hoiya,, gw emang pernah mention di Twitter,, dan di blog ini versi panjangnya.. hehhe *

Start from Thursday 6/10/2011
Rute hari ini --> Home-M20-S13-Gandaria City-Final Destination 5-Solaria-Abduction-Colombia-S13-Giant-M20-Home

Kali ini gw n Niar berangkat dari umah jam 10 pagi. Karena niat awalnya mau nyobain naek Kopaja AC S-13 yang baru itu, jadinya setelah naek angkot M20 dari depan gang rumah kita turun di jl. Paso, tepatnya di depan kantor Pemadam Kebakaran. Sekitar 15 menit menunggu, akhirnya dateng juga S-13nya. Masih sedikit penumpangnya. Di kaca depan busnya tertulis rutenya lewat Gandaria, jadinya kita Menuju Gandaria City dengan Kopaja AC S-13.

Sampe di Gandaria City yang sering di singkat jadi GanCit, gw rada bingung *plus norak kali yaa* ini mall Luas banget, tapi masih sepi pengunjung.. Hoiya kita sampe di GanCit sekitar 11-an deeh.. Berhubung gw baru pertama kalinya masuk GanCit *sebelumnya siih pernah Cuma sampe lobby aja nganter om gw kerja* sempet nyasar loh di dalam Mall yang sepi pengunjung itu, padahal Niar udah pernah masuk ke Mall ini *tetep nyasar*

Hoiya, dari awal rencananya, selain emang mau nyobain naek Kopaja AC yang baru, kita emang udah niat juga mau Marathon Box Office di GanCit. Dan langsunglah gw + Niar mencari keberadaan XXI di Mall ini. Udah ikutin arah di papan petunjuknya aja masih NYASAR, sampe muterin lantai paling atas 3 kali masih ga nemu juga. Eeh ga taunya si XXInya ngumpet di pojokan deket Amazing Town. *hadeeh cape deeh*

Masuk XXInya pun gw jadi berasa norak banget. Lobby XXInya super lebar bin luas  *dibandingkan sama XXI yang pernah gw datengin selama ini* dan sepi.. *lirik jam 11.40* ya iyalah, masih jam segini jelas sepi -__-. Di Counter tiket *loket kali Rul sebutannya* kita milih 3 film dengan urutan Final Destination 5, Studio 2 12:15 – Abduction, Studio 1 14:55 – Colombiana, Studio 6 17:05. Selain karena jadwal film “Now Playing” di XXI ini film luar semua, emang kita udah niat untuk hari ini Marathon Box Office Movie hari ini film luar, besok baru film domestic. :D

umm.. tiket Colombianya ga ketemuu

Untungnya FD5 yang jadi pembuka Marathon Box Office Movie, *tadinya mau jadi penutup tuh film* dan gw inget kalo ini malem jum’at, jadinya FD5 sangat tepat kalo di taro di urutan awal. *Kalo jadi yg terakhir ga berani pulang kali yaa?* hehe. Untuk isi dari film ini gw Cuma bisa bilang lebih parah dari FD yang laen. Selama nonton FD5 gw lebih banyak nutup mata dan kuping gw kyanya. Cara matinya parah semua, beneran serem, sadis... *versi gw* Mungkin karena gw kurang suka kekerasan/pembunuhan ya *tapi gw suka filmnya* dan FD5 berhasil buat gw merinding. Kalo FD yang sebelumnya gw masih berani liat dan ga setakut ini. Tapi, sepertinya ini FD yang terakhir deh *emang bakal ada sekuelnya lagi apa?*, itu yg gw tangkep di scene terakhirnya. *mending nonton sendiri kalo mau tau, hehe*

Keluar dari studio 2 jam 13:51, masih ada waktu skitar 30 menit untuk next movie. Karena lapar, akhirnya kita mencari tempat untuk Lunch dan terdamparlah kita di Solaria. Sengaja nyari yang deket sama XXInya *biar ga nyasar lagi* dan ga bisa nyantai juga karena film berikutnya 14:55 di Studio 1, ngedate bareng Taylor Lautner di film Abduction. Cuma bisa bilang “WAJIB nonton film ini bagi kalian yang suka film Action Romance” *loh* pokoknya keren lah yaa... secara pria TERSEXY no. 2 yang maen gitu. *yang ada ga merhatiin alur ceritanya, tapi wajahnya Taylor aja hihih*

Ngedate bareng Taylornya selesai jam 16:55 dan langsung lanjut Last Film di Studio 6 Colombiana 17:05 *sebelumnya mampir dulu ke Toilet lagi, untuk yang kesekian kalinya* dan ternyata ini Film action yang ada romancenya juga pembunuhan. Darah dimana-mana... Aarrggghh *salah*. Tapi, gw akuin filmnya bagus-bagus semua b(^,^)d. Dan gw suka karakternya Cataleya, si Bunga Anggrek dari Colombia :))

Film terakhir selesai 19:30 *I think* dan langsung pulang lah. Cukup 3 film dalam 1 hari, dan itu udah “worthed” banget buat gw.  Lagian juga udah malem dan besok masih lanjut Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia.

Pulangnya naek S-13 lagi sampe Giant Cilandak *ada yg mau di beli lah pastinya* lanjut M20. Sampe rumah *ga inget jam berapa, belum jam 9 sepertinya* cape, ngantuk. Tapi masih sempet-sempetnya mention di tweet “#datingThursday now I’m home n so tired.. wanna go to my bed early... Coz tomorrow I have a dating movie marathon again.. yeayy :D” 

Friday 7/10/2011
Rute hari ini --> Home-M20-P19-Blok M Square-L4 Lupus-Simfoni Luar Biasa-KFC-Badai Di Ujung Negri-650A-M20-105-Tugu-105-Home *tired*

Hari ini berangkat dari rumah jam 10:30 coz ade gw lagi sakit, jadi ngurusin orang sakit dulu :) . Udah beres, baru deh pergi *hehehe* . Hari ini temanya Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia. Setelah search di www.21cineplex.com akhirnya gw n Niar menuju Blok M Square. Jalur angkotnya mah biasa aja M20-P19. 

Sampe Blok M Square,  langsung menuju lt. 5 tempat 21 berada dan langsung beli tiket film Indonesia kali ini 2 film dulu *lupa kalo uangnya kurang, jadi nanti ke ATM dulu* L4 Lupus, Studio 5 12:30 – Simfoni Luar Biasa Studio 3 14:40. Seperti yang gw bilang sebelumnya tema hari ini Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia.

Indonesia Box Offfice :)

L4 Lupus, awalnya gw bingung sama alur ceritanya. Yang gw tau, film ini menceritakan tentang ODAPUS *sebutan untuk penderita LUPUS* penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia, dan belum ada obatnya. Film ini berhasil membuat gw menangis terharu *emang gw gampang tersentuh siih ya*

Keluar studio 14:20, masih ada 20 menit untuk film berikutnya 14:40. Gw n Niar mau cari ATM di lt. bawah. Kalo kemaren di GanCit kita nyasar karena Mallnya luas namun sepi pengunjung itu, kali ini kita pun nyasar lagi di Blok M Square yang padat dengan penjual. Saat itu mall ini belum rame pengunjung, cumaa kiosnya ramee, muter-muter nyari ATM center *gada petunjuknya pula*. Untungnya gw inget ada ATM center di parkiran yang menuju terminal Blok M, jadinya gw n Niar ke situ aja. Dan waktu 20 menit habis hanya untuk nyari ATM.

Selesai dari ATM, langsung menuju lt. 5 dan langsung beli tiket Film terakhir di Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia Badai Di Ujung Negeri, Studio 6 17:07. Saat itu udah jam 14:15 dan sudah ada pemberitahuan “pintu studio 3 telah di buka... “ seperti biasa, sebelum masuk studio, gw juga Niar mampir ke toilet dulu.

Film ke dua di Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia ini so AWESOME!!! Seperti judulnya, filmnya juga luar biasa, selain karena ada Christian Bautista (@xtianbautista) as Mr. Jayden juga karena ceritanya yang ... *speechless lah gw* . Film ini juga berhasil membuat gw kangen sama anak di YPAC *tempat syuting film ini* just flash back sebentar, gw pernah praktek di YPAC di daerah Hang Lekiu, JakSel ini sekitar 2 bulan *totalnya* dan itu tahun 2007 *udah lama bgt kan?*. Dan sekali lagi gw dibikin nangis terharu sama Film Indonesia yang ternyata ada nama Richard Kevin (@therichardkevin) di credit titlenya sebagai orang di balik layar. Salute lah dengan film ini. Mau mengangkat kelebihan yang di miliki oleh anak-anak ISTIMEWA. “Mereka memang CACAT, tapi mereka ISTIMEWA”

Keluar dari Studio 3 jam 16:25, 30 menit sebelum lanjut ke studio 6 17:05. Cacing di perut udah mulai protes minta makan. Di lt. 5 tersebut, 21nya emang di kelilingin sama tempat makan *dan berhasil biking w bingung mw makan dimana*. Tapi, berhubung ga punya banyak waktu, akhirnya gw n Niar memilih KFC dengan menu Cream Soup + Mocca Float.

Film terakhir Marathon Box Office Movie part 2 Film Indonesia. Studio 6, 17:07 Badai Di Ujung Negeri. Yang maen Arifin Putra (@arifinputra) as Badai. Dan komentar gw tentang film ini KEREN!! b(^,^)d. selesai jam 19... *lupa, ga liat jam*
Marathon Box Office Movie part 2 dengan 3 Film Indonesia yang “berkualitas” selesai juga. Langsung pulang lah, udah ngantuk juga gw. Eh, ga langsung pulang juga siih, soalnya Niar janjian sama temennya, mau ngasih undangan nikah temennya untuk di sebar. Jadi lah mampir ke daerah Tugu, Tanah Baru dulu, baru pulang ke rumah. 

Hoiya, ada yang lupa gw ceritain di Marathon Box Office Movie ini. Selama 2 hari Marathon Box Office Movie ini, gw dan Niar merasa itu Studio milik kita banget. Why?? Karena, dari awal Marathon Box Office Movie di GanCit sampe yang terakhir di Blok M Square, yang nonton di Studio *yang barengan gw loh ya* itu bisa di itung pake jari. Sepiii banget. Bahkan yang di barisan gw duduk Cuma gw dan Niar sahabat gw doank. Gimana ga enak tuh!! *angkat dagu, sedikit angkuh* hehehe. Mungkin, karena gw dan Niar nontonnya di WeekDays dan nontonnya dari jam 12 siang juga kali yaaa. Jadinya XXInya masih sepi. *eh tapi sampe film terakhir juga sepi tuh, kan udah jam 5 sore*

Berharap masih bisa Marathon Box Office Movie lagi next time. Dan sepertinya harus weekdays deh biar sepi, ga rame pengunjung, dan serasa booking tuh Studionya. Ihihih

Dan satu harapan lagi bisa Marathon Box Office Movie Film Indonesia yang BERKUALITAS lagi, dan bukan yang abal-abal dengan cerita ga jelas. AMIIN...


(^,^)v

xoxo - R - oxox