Kamis, 29 Agustus 2013

Jalan Itu...


taken from here


Jalan itu…
Jalanan berlapis aspal kelabu yang diapit sebuah warung juga beberapa rumah di sisi kanan dan juga pagar bambu yang tertutupi oleh tanaman Jarak liar di sisi kiri. Ya, aku rasa itu memang pohon jarak.

Jalan itu…
Meskipun aku tidak pernah melalui jalan yang lebarnya hanya cukup untuk satu mobil itu dengan kamu, tapi aku selalu menengok, melihat ke arah jalan itu setiap aku melewatinya.

Jalan itu…
Kita memang tidak punya kenangan di sepanjang jalan tanpa ujung itu. Tapi selalu berhasil membuat kepalaku menoleh. Iya, selalu menoleh.

Jalan itu…
Selalu mengingatkanku akan kamu. Kamu yang entah sekarang dimana. Kamu yang entah masih ingat aku atau tidak. Kamu yang selalu kusebut dalam doa-doa ku.

Jalan itu…
Ya, itu jalan menuju rumah orang tua mu, begitu katamu dulu.

Jalan itu…
Jalan menuju rumah tempatmu tumbuh. Rumah yang hanya seminggu sekali kau datangi, sekedar melepas rindu dengan Ibu dan adikmu.

Jalan itu…
Aku selalu berharap bisa melihatmu berdiri di salah satu sisi jalan itu, sisi yang terjauh. Mungkin. 

Jalan itu…
Akankah membawaku padamu?


Minggu, 14 Juli 2013

Harga BBM Naik, Harga Tiket Kereta Turun. Imbasnya?

Sebenernya udah lama gue mau nulis tentang ini. Tapi cuma ngumpul di otak, dan baru sempet sekarang nulisnya. Heheh..

Seperti yang semua udah tau, harga BBM naik sekitar dua ribu rupiah, yang akhirnya berimbas ke naiknya tarif transportasi umum, macam Mikrolet, Kopaja, Metromini, Patas AC, dll. Bahkan Ojeg juga ada beberapa yang naik (meskipun ada juga tukang ojeg yang bilang "terserah Non aja mau ngasih berapa" lah...). Oh iya, gak cuma itu. Harga beberapa kebutuhan pokok, macam sayur-mayur, daging, bumbu-bumbu masakan, juga cabe, ikutan naik. Drastis :((

Okeh, itu yang naek. Ternyata, pemerintah bikin kebijakan lain yang (sepertinya) berusaha mengimbangi kenaikan tarif transportasi umum itu. Seperti, harga tiket Transjakarta (TJ) yang tidak jadi dinaikkan (gossip awal Pak Jokowi mau naikin tarif TJ yang Rp3.500,- itu, tapi akhirnya dicancel), dan tarif KRL Commuterline (CL) yang sejak awal juli sudah memberlakukan tarif progressif. Gak cuma tiket kereta Jabodetabek yang jadi murah. Tiket kereta keluar kota juga beberapa ada yang turun harga. :D

Sebenernya, dengan gak naikin tarif TJ dan memberlakukan tarif progressif untuk CL itu merupakan strategi yang bagus. Salah satu cara menarik minat masyarakat untuk lebih menggunakan transportasi umum tersebut. Iya. Imbasnya si TJ dan si CL ini jadi banyak Fans-nya. Penuh. Crowded. 

Tapi, sayangnya semua itu belum dipikirkan dengan matang (menurut gue, sih). Mungkin gue mau ambil contoh dari diberlakukannya e-ticketing dan tarif progressif oleh PT. KAI, ya. Karena gue memang lebih banyak menggunakan si CL ini sehari-hari. Heheh.. piss (^_^)v

Tarif progressifnya begini, tarif Rp2.000,- untuk 5 (lima) stasiun pertama, dan dikenakan Rp500,- untuk 3 (tiga) stasiun berikutnya. Cheaper? Pastinya!. Jika dibandingkan dengan tarif awal CL yang rata Rp8.000,- (Depok - Kota) dan Rp9.000,- (Bogor - Kota), kini berubah drastis. Gue pribadi, yang menggunakan si CL dari stasiun Lenteng Agung - Gondangdia aja cuma kena tarif Rp3.000,- aja. Kalo ke stasiun Kota malah cuma kena Rp3.500,-. Berkurang Rp5.000,- ongkos gue dalam sehari :)). 

Itu kalo diliat dari tarifnya. Nominal uang yang harus gue keluarin. Kalo diliat dari pelayanannya? Umm...

Gue mau cerita aja kali ya, pengalaman gue naek CL setiap gue shift pagi. 

Biasanya, kalo gue gak mau telat sampe tempat kerja, jam setengah tujuh pagi itu gue udah harus ada di stasiun Lenteng dan naik CL pertama yang dateng. Baik itu yang ke Tanah Abang (nanti transit di Manggarai) atau pun yang ke Kota. Waktu masih tarif Rp8.000,- gue masih bisa masuk gerbong CL dengan santainya, karena jam segitu belom terlalu penuh penumpangnya, terutama di gerbong khusus penumpang wanita (gue emang selalu naik di gerbong ini). 

Tapi, semenjak diberlakukannya tarif progressif ini, sepertinya gue harus bangun lebih pagi lagi kalo gak mau telat sampe tempat kerja. Kenapa? Jadi begini, hari itu hari Senin, dan gue udah ada di stasiun Lenteng Agung sekitar jam setengah tujuh. Peron stasiun pagi itu udah penuh, macam jam tujuh pagi. Dan, cerita selanjutnya... gue gak bisa masuk ke gerbong CL. Iya, setiap CL yang dateng, selalu penuh dan yang bisa masuk cuma 1 atau 2 orang aja. Dan itu harus nekat dorong-dorongan. Entah berapa CL yang lewat, akhirnya gue baru bisa masuk gerbong CL yang jam 7.40 (waktu Lenteng dan sekitarnya). Ah, iya. Satu jam menunggu baru bisa masuk :( . Telat parah. Pastinya. Wong absennya 7.30 T_T.

Itu baru awal, masih ada kejadian heboh nihh di stasiun Gondangdia-nya. Begitu turun ke lantai 1 stasiun Gondangdia, tempat pintu keluar, terjadi antrian panjang manusia yang udah mengular hingga sisi utara stasiun. Iya, mengantri di pintu keluar e-ticketing. Dan... entah (lagi) itu memakan waktu berapa lama. Yang pasti, hari itu gue baru sampe tempat kerja jam 9.00. Telat parah :(((( 

Yah, itu sedikit curhatan gue. Soalnya itu gak cuma terjadi di satu hari tersebut. Tapi juga di hari-hari berikutnya. Ya untungnya gue bisa nyari celah untuk bisa masuk gerbong CL setiap ada CL yang datang. Musti nahan badan yang di gencet-gencet di dalem gerbong CL yang penuh sesak sama manusia. Bahkan kadang gue sampe susah napas, sangking padetnya. Dan (lagi), gue harus merelakan satu sampai dua menit waktu gue untuk mengantri di pintu keluar e-ticketing stasiun Gondangdia. 

Tapi ada satu hal yang gue suka dari diberlakukannya e-ticketing tarif progressif ini. Selain harga murah, PT. KAI juga menyediakan e-ticketing Multi Trip, yang bisa diisi ulang saldonya. Dengan membeli kartu Multi Trip seharga Rp.50.000,- kita mendapat saldo Rp30.000,- dan bisa di-top up mulai dari Rp5.000 (maksimalnya gue lupa). 

Umm, ini bukan promosi Multi Trip, loh yaaa.. Tapi emang gue dan (mungkin) penumpang CL lainnya merasa terbantu dengan adanya si kartu Multi Trip ini.. hehehe...

Multi Trip tampak depan

Multi Trip tampak belakang

Ah, sudah lah.. Kalo dilanjutin, bisa ceracau kemana-mana ini. Intinya, harga BBM naik dan harga tiket kereta turun, berimbas ke penumpukan penumpang di stasiun, yang (masih) belom bisa keangkut sama CL yang dateng, meskipun si CL udah mulai diperbanyak dan jadwal kedatangannya pun sudah lumayan sering. Tapi tetep yaa masih terasa kurang. (Ini sepertinya faktor kebanyakan penduduk deh di Jakarta, #eh, #piss)


Sekian dulu curhatan dari gue. Kalo jadinya aneh, gak nyambung, dan lain-lain, mohon dimaafkan.. 

Cheers, 

@rulachubby
(^_^)v




Senin, 08 Juli 2013

Mas...


Ruangan berlapis baja tersebut semakin lama semakin ramai dengan pengunjung yang sebagian besar anak remaja. sebagian besar hanya berfoto-foto narsis dengan kamera di ponsel ataupun DSLR yang memang mereka bawa dari rumah. 

"Kak, boleh minta tolong fotoin kami?" ujar salah satu pria muda, kutaksir usianya masih di bawah 17 tahun. 

Kuambil kamera yang ia sodorkan padaku. Nikon DSLR. Ah, sudah lama aku ingin memiliki kamera ini. 

"Kak, backgroundnya emas ini, ya" ujar pria muda tersebut. Dan aku hanya mengangguk saja. Memperhatikan dia dan teman wanitanya sibuk berpose diantara pengunjung lain yang membuat sempit ruangan berlapis baja tersebut. 

"Terima kasih, kak" ujar pria muda itu yang tersenyum padaku saat aku mengembalikan Nikon DSLRnya.

Akupun membalas senyumannya sambil berlalu dari ruang penyimpanan emas tersebut.  

Ah, gagal lagi kunjungan ku yang sudah kesekian ini. Aku tak bisa melihatmu lagi kali ini. Karena mereka semua sudah lebih dulu memperebutkanmu sebagai latar foto. Dan selalu aku yang membantu mereka mengabadikan gambar bersamamu. Emas.

Nanti kucari lagi waktu yang tidak banyak pengunjungnya. Agar aku bisa bercengkrama dengan mu lebih lama lagi, Mas... 

***


Ini adalah Flash Fiction tersingkat dan tercepat yang saya buat. Dalam selembar kertas A4 yang dibagi 4. Dalam waktu 20 menit, itu pun saya baru mulai menulis setelah waktu berjalan 6 menit. 

FF ini dibuat saat games di Kopdarnya Kemudian.com di Gazebo Cafe, Kotu. 


Kamis, 02 Mei 2013

Gusi yang Hobi Berdarah

Gue mau cerita, yaa

Beberapa hari ini gue ngerasa nyaman banget sama kondisi mulut gue.

Padahal, biasanya gue suka parno sama gusi gue yang suka berdarah tiba-tiba. Nggak ada angin, nggak ada ujan, tiba-tiba berdarah. Kadang sih emang suka berdarah pas lagi sikat gigi. Mungkin, karena gue nyikat giginya terlalu bersemangat, kali yaa. Tapi, beberapa kali gue juga suka nemuin noda darah di bekas makanan yang gue gigit. Asli horor! Awalnya gue pikir wajarlah gusi berdarah, karena ada beberapa gigi gue yang bolong juga, atau karena sikat gigi yang gue pake terlalu keras untuk gigi dan gusi gue yang lembut (#eh). Tapi, karena udah terlalu sering ngalamin gusi berdarah tidak hanya saat menyikat gigi, sempet panik juga gue. Ngeri kena penyakit apa gituu yang serem-serem.. (iiihh.. amit-amit). 

Selama ini, gue berusaha banget rajin sikat gigi, minimal 2 kali sehari. Pagi dan malam sebelum tidur (kalo nggak ketiduran itu juga, hehehe (^_^)v). Nyikat giginya juga nggak terlalu kenceng, sikat gigi pun gue pilih yang lembut. Tapi, ternyata nggak ada perubahan. Gusi gue tetep aja berdarah. Nggak nyaman deh. Soalnya mulut gue juga jadi gampang mengeluarkan aroma-aroma nggak enak gitu. Risih. Apalagi kan kerjaan gue berinteraksi dengan pasien. 

Sampai suatu hari, gue di telepon sama MomSil (@Justsilly). MomSil ngajak gue dateng ke Blogger Meet-Up bareng Parodontax. Katanya sih akan ada diskusi mengenai #GusiSehat. Kebetulan banget, gusi gue yang hobinya berdarah ini emang harus secepatnya diberesin. Ngeri tambah parah. 

Setelah meminta izin senior untuk nggak masuk kerja (tukeran lembur), jadilah gue dateng ke Torino Osteria Cafe di Jl. Gunawarman, hari Sabtu, 27 April 2013 kemarin. Tempatnya cozy, enak buat hangout, makanannya juga enak-enak. (Oke, fokus ke diskusinya). Di sana udah ada beberapa blogger yang juga diundang untuk diskusi #CeritaGusiSehat bareng Parodontax.


drg. Yudha Rismanto & Lody Lukmanto dari GSK

Salah satu pembicara diskusi #CeritaGusiSehat ini adalah drg. Yudha Rismanto, Sp. Perio yang menjelaskan dengan detail mengenai gusi. Gusi yang sehat itu berwarna pink, stabil, memiliki struktur ujung gusi yang baik, tidak ada pendarahan dan nyeri. 

Gusi Sehat

Di dalam mulut itu ada yang namanya Plak (Dental Plauqe) yang memang akan selalu ada karena terbentuk dari air liur yang didalamnya terdapat bakteri jahat. Bakteri didalam Plak ini akan selalu "matang" setiap 12 jam. Itu kenapa menyikat gigi harus dilakukan minimal 2 kali sehari. Untuk membersihkan Plak yang menempel di sela-sela antara gigi dan gusi. Karena kalo si Plak ini nggak dibersihkan dan dibiarkan menumpuk di sela-sela gusi, bisa menyebabkan peradangan pada gusi, atau bahasa kerennya Ginggivitis. Selain menyebabkan radang gigi, si Plak ini kalo semakin menumpuk dan mengeras, dia akan menjadi karang gigi, dan ini juga salah satu penyebab aroma-aroma tak sedap di mulut. 

ini yang disebut Plak 

Nggak hanya itu, ginggivitis atau radang gusi ini juga bisa menyebabkan penyakit lain, loh. Misalnya aja Meningitis, Sinusitis, dan lain-lainnya. Kok bisa? Bisa lah. Bakteri-bakteri jahat yang terdapat didalam Plak ini bisa berjalan kemana-mana melalui aliran darah. Apalagi kalo ada peradangan di Gusi, jalan pintas buat si bakteri jahat untuk jalan-jalan, tuh. Karena yang terdekat dengan mulut itu kan hidung dan kepala (otak), jadi ada kemungkinan orang yang terkena ginggivitis dan tidak segera diobati akan terkena dua penyakit diatas. (jangan sampeee, Ya Allah..)

Umm.. Gue jadi inget kata-kata dokter waktu gue berobat gara-gara sinusitis gue kumat. "Ini kamu kena sinusitis karena dua gigi atas kamu bolong tuh. Harus segera di cabut, biar nggak tambah parah". Whuahh.. Ternyata bener!  *Makin horor*

Nah, yang jadi masalah adalah sebagian besar pasta gigi yang di jual di pasaran itu lebih mengutamakan kesehatan gigi, tidak dengan gusi. 

Karena itu, di sela-sela diskusi, drg. Yudha berpesan, "Jadi lah konsumen yang cerdas. Lihat bumbu yang digunakan pada kemasan pasta gigi setiap kita akan membeli pasta gigi. Cari yang ada tulisan Sodium Bicarbonate" (yaa, kurang lebih seperti itu kata-katanya). Sodium Bicarbonate yang juga dikenal dengan nama Baking Soda ini ternyata bagus untuk membersihkan si Plak yang menempel di sela-sela gigi, loh.



Dan pasta gigi Parodontax ini mengandung si Sodium Bicarbonate, ini.. Yeayy! Selain itu, Parodontax ini memang lebih memfokuskan diri untuk menyehatkan gusi. Paradontax memiliki formula yang mengandung 70% bahan-bahan khusus yang terdiri dari garam mineral dan ekstrak herbal, sehingga memberikan cita rasa pasta gigi yang unik. Nggak cuma itu, sejak 1937 Parodontax merupakan satu-satunya pasta gigi yang mengutamakan kesehatan gusi. Finally! Keren, nggak tuh?

Nggak percaya?

Sejak ikut diskusi #CeritaGusiSehat bareng Parodontax, gue jadi penasaran sama khasiat si pasta gigi untuk gusi ini. Jadinya, gue mulai ganti pasta gigi gue dengan Parodontax dan rajin sikat gigi 2 kali sehari. Awalnya sih gue ngerasa aneh sama rasanya. Kayak minum air laut, Asinnnn.. Ya, mungkin karena kandungan garam mineralnya itu ya. Tapi, after that, gue ngerasa nyaman banget di mulut. Terasa kesat bersih di gigi. 

Honestly, ini baru hari ke-5 gue pake Parodontax. Tapi, gue udah nggak pernah nemuin bercak darah disetiap makanan yang habis gue gigit. Dan gue juga jadi lebih pede, ngerasa yakin banget kalo mulut gue terhindar dari aroma-aroma nggak enak. Gimana kalo gue udah pake Parodontax ini lebih dari 14 hari, ya? Pasti gusi gue lebih sehat lagi, deh! *terlanjur cinta sama Parodontax*


Seriously, kalian semua harus coba. Parodontax ini udah ada kok di supermarket-supermarket. Ada 2 variant, bentuk pasta (yang merah) dan bentuk gel (yang hijau). Nggak akan nyesel deh. Apalagi kalian yang punya masalah di Gusi kayak gue. Trust me, it works! *eh, itu tagline siapa yah? hehe*

Masih ragu juga? Coba deh cek timelinenya @ParodontaxID, kalian juga bisa loh tanya-tanya seputar masalah Gusi Berdarah di akun itu. ((^_^)v

Last but not least, mau bilang "makasihh banget untuk MomSil yang udah ngajak akuu ke acara Parodontax Blogger Meet-Up ini. Akhirnya aku menemukan solusi untuk Gusi aku yang hobi berdarah ini, Mom :')"

Nanti, gue bakal update lagi kesan gue pake Parodontax ini.


Bersama teman-teman blogger

Waitt me, yaaa

Salam #GusiSehat
(^,^)v








My Apology Letter

Dear Kalian,

Hai, apa kabar kalian?

Iya,  kalian semua.. 

Kalian semua yang kenal sama saya. Kalian yang sering ataupun pernah berinteraksi dan berkomunikasi dengan saya. Kalian yang pernah merasa kecewa dengan saya. Kalian yang mungkin pernah merasa tersinggung atapun tesindir dengan ucapan juga perbuatan saya. Kalian yang mungkin segan berbicara langsung pada saya karena takut membuat saya tersinggung, tetapi akhirnya malah bergunjing tentang keburukan saya, dibelakang saya. Kalian semua yang merasa kesal dan terganggu karena keberadaan saya disekitar kalian. Kalian semua yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu.

Melalui tulisan ini, saya ingin meminta maaf pada kalian semuanya. 

Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Saya yang mungkin pernah berkata kasar dan tak sopan pada kalian sehingga membuat kalian marah, kecewa dan tersinggung akan sikap dan perkataan saya itu. Saya yang mungkin pernah dan selalu merepotkan kalian setiap saya berada di sekitar kalian. Saya, yang mungkin selalu menjadi pengganggu dalam hidup kalian. Seperti hama, benalu, parasit, atau apapun sebutan kalian untuk saya. Saya, yang mungkin tidak pernah kalian harapkan untuk berdekatan dan berinteraksi dengan kalian. Saya yang seperti virus menular dan harus di hindari oleh kalian. Ahh.. 

Sebegitu hinanya kah saya dimata kalian?
Seberapa banyak lagi kesalahan saya pada kalian, yang saya mungkin tidak sadar pernah melakukannya?
Bisakah kalian memberi tahu saya, kesalahan saya yang lainnya?

Saya hanya manusia biasa, yang memang sering lupa, sering khilaf akan apa saya yang pernah saya lakukan. Saya butuh ditegur jika saya melakukan kesalahan. Bukan didiamkan, dikucilkan, dijauhi, ataupun disindir. Bukan... Saya butuh ditegur. Saya butuh dikritik!

Saya tidak butuh pujian, apalagi pujian palsu yang hanya sekedar basa-basi. Saya tidak butuh itu. Saya hanya butuh ditegur, dikritik. Itu saja.

Sekali lagi, saya meminta maaf kepada kalian semua. Atas segala kesalahan yang pernah saya perbuat. Atas segala kekacauan yang terjadi karena saya. Maaf.. 

Mungkin cuma kata maaf yang bisa saya ucapkan. 
Tapi, saya tetap butuh kritik dari kalian, secara pribadi. Agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Saya sangat menghargai kalian yang mau dan berani menyampaikan kritikan kalian pada saya. 

Sekian, 
Terima Kasih

Rula