Minggu, 11 Mei 2014

Dear, Lelaki Misterius (Part 3)

Hai, Kamu.
Iya, Kamu.. Lelaki (yang masih) Misterius.

Sudah beberapa hari ini kita tak bersapa di chat whatsapp.
Apa kabar, kamu?
Masih sibuk kerja, kah?
Atau sibuk membangun dinding es tebal?

Kamu tahu? Aku sempat kaget begitu melihat ada foto kamu di salah satu postingan aku di path, beberapa hari lalu.
Iya, kamu melihat postingan aku itu. Padahal aku tahu, kamu sangat jarang membuka akun sosial media itu.

Ah iya, aku belum mendapatkan petunjuk baru untuk memecahkan kasus ini.
Kasus yang sepertinya akan selalu menjadi misteri bagiku.

Teka-teki yang belum terpecahkan..
Teka-teki yang bagai dinding es setebal tembok Cina.
Teka-teki yang membentengimu dari dunia ku.
Teka-teki yang harus bisa aku pecahkan. Jika aku ingin masuk ke duniamu, tentunya.
Teka-teki yang.. Ah, sudah lah..

Dear Lelaki Misterius..
Yang masih (dan selalu) saja kurapalkan namamu dalam setiap sujudku.
Sampai kapan kah kau akan bertahan di balik dinding es tebalmu yang sedingin kutub itu?

Masih Aku,
yang menunggu dinding es itu mencair.

***
Part sebelumnya :
Dear, Lelaki Misterius (Part 1)
Dear, Lelaki Misterius (Part 2)

Senin, 05 Mei 2014

Dear, Lelaki Misterius (part 2)

Dear, Lelaki Misterius.

Sepertinya masih terlalu nyaman bagimu bersarang dalam khayalku.
Masih pula leluasanya dirimu menghantui malam-malamku.
Bahkan tidak sedikit pun kau biarkan aku bernapas barang sehirup saja.

Yaa.. Kau biarkan dada ini sesak, miskin oksigen tapi kaya akan dirimu. Lelaki Misterius.

Kau pun membiarkan kupu-kupu berterbangan dalam perutku, melahirkan rasa aneh yang selalu datang bersama dengan bayangan mu. Lelaki Misterius.

Dan semua (memang) masih tentang kamu. Lelaki (yang selalu) Misterius.

Tidak ada kah petunjuk baru untukku memecahkan kasus ini, hay, Lelaki Misterius?

Tertanda, Aku


***
Part sebelumnya :
Dear, Lelaki Misterius (Part 1)

Selasa, 29 April 2014

Dear, Lelaki Misterius

Hai, Kamu..

Lelaki Misterius yang beberapa waktu kebelakang menyabotase imajiku. 
Bahkan sampai saat ini pun masih kamu yang membajak dunia khayalku.
Iya, di setiap malamku. 
Ah, tidak. 
Setiap waktuku, dalam khayalku, selalu ada kamu. 
Lelaki Misterius.

Entah mengapa aku menyebutmu Lelaki Misterius. 
Padahal aku sudah tahu namamu. 
Aku sudah lihat rupamu, pun mendengar suaramu. 
Aku tahu pekerjaanmu, bahkan aku pun tahu keluargamu –hanya beberapa, sih-. 
Tapi sepertinya aku akan tetap memanggilmu Lelaki Misterius.

Mungkin… karena kamu memang terlalu Misterius bagiku. 
Lebih tepatnya terlalu pendiam. 
Sehingga melahirkan banyak teka teki. 
Ah, lebih tepatnya terlalu banyak pertanyaan dalam dunia khayalku akan kamu. 
Lelaki Misterius.

Hai, Kamu..
Lelaki Misterius yang masih selalu kurapalkan namamu dalam setiap sujudku.

Maukah kamu membantuku barang sedikit saja?
Bantu aku menjawab semua tanda tanya tentangmu. 
Agar aku bisa lebih mengenalmu. 
Bisa lebih dekat denganmu. 
Dan mungkin bisa masuk ke duniamu, yang masih misterius itu.

Yaa.. tentu saja aku butuh bantuanmu. 
Karena aku tidak secerdas Conan Edogawa ataupun Sherlock Holmes yang dengan mudahnya memecahkan kasus misteri sesulit apapun.

Atau setidaknya, jangan berlama-lama membajak duniaku, ya.. 
Dear, Lelaki Misterius.



Tertanda, Aku. 

Selasa, 01 April 2014

Surat Untuk Mantan..



Dear Kamu,

Apa kabar kamu sekarang? Tinggal di mana?

Entah untuk keberapakalinya aku selalu bertanya-tanya tentang kamu dalam malam-malamku. Apakah kamu masih ada di dunia ini? Atau kamu sudah mendahului aku bertemu dengan-Nya? Aku tak pernah tahu. Beberapa kali aku berusaha mencari keberadaanmu dari teman-temanmu, ataupun dunia maya. Nihil. Tidak ada yang tahu keberadaanmu secara pasti.

Hey, Kamu…
Iya, Kamu…

Kamu yang pernah mengisi hari-hari ku di masa yang lalu. Kamu yang pernah memberikan warna-warni yang indah di kehidupanku yang lalu, meskipun kamu juga yang melukiskan warna kelabu di salah satu bagian hidupku. Ah, bukan sepenuhnya salahmu, memang. Sebagian kecilnya juga salahku, yang mudah tergoda dengan kilauan perhatian dari makhluk sejenis kamu.

Masih tentang Kamu…

Hampir sepuluh tahun kita berpisah. Tak ada kabar. Tak ada pula berita tentang kamu. Tapi, beberapa tahun kebelakang ini aku hampir selalu mengingatmu. Seketika wajahmu kembali terbayang dalam anganku. Rindu kah ini? Atau rasa bersalah kah yang membuatmu selalu hadir dalam ingatanku? Entah. Aku tak pernah tahu.

Yang aku tahu, selalu ada rasa sesak. Juga bulir-bulir hangat yang memaksa ingin keluar dari bendungan kelopak mataku setiap teringat akan kamu. Ah, kan. Lagi-lagi aku tak sanggup menahan bendungan itu setiap menuliskan tentang kamu. Selalu begini. Pernah aku menuliskan tentang kita, tentang aku dan kamu dalam sebuah cerpen. Dan lagi-lagi bulir hangat itu membasahi kedua pipi chubby ku. Cengeng ya, aku.

Maaf. Sebenarnya hanya itu yang ingin aku sampaikan jika bertemu denganmu nanti. Kata maaf yang belum sempat terucap kala itu. Kata maaf yang, entah apakah bisa merubah warna kelabu menjadi warna – warni yang cerah kembali. Tapi aku tahu pasti, kata maaf itu tak akan bisa membuatmu kembali lagi. Kata maaf yang tidak bisa membuat waktu berputar kembali ke masa silam.

Semua tentang Kamu… Kenangan akan kamu yang masih melekat erat dalam ingatanku. 

Terima kasih untuk masa lalu yang indah bersamamu, dulu. Terima kasih sudah mengenalkan aku akan arti cinta dan kasih sayang. Meskipun kamu bukan lah cinta pertamaku, tapi banyak kenangan indah yang terukir dalam hatiku akan kamu.

Harapanku, jika kamu masih berada dalam dunia yang sama denganku, kamu selalu dalam keadaan sehat tak kurang satu apapun. Dan jika memang Tuhan mengabulkan doaku, kita pasti akan bertemu lagi. Mungkin tidak sebagai pasangan, tapi sebagai sahabat. I wish.


Aku yang merindukanmu,


Rula-chan.

(begitu kamu sering memanggilku dulu) 

words: 380

NB : Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel Bernard Batubara

Kamis, 13 Maret 2014

Kenangan Indah



…. Wake up Sunday morning.. she’s a hangover I can’t get over..
 
Lagu The Moffatts – Call The Doctor yang ku jadikan nada panggilan masuk terputar dari ponselku.
“Halo, selamat siang” sahutku ramah.
“Siang, maaf benar ini dengan Tami?” tanya suara di seberang.
“Iya, dengan saya sendiri. Maaf ini siapa, ya?” ujarku.
“Saya Lina, dari panitia penyelenggara Konser Submodalities-nya The Moffatts. Selamat ya, kamu terpilih untuk Meet and Greet with The Moffatts.” Ujar suara di seberang.
“Serius Mbak?? Saya terpilih??” ujarku antusias. Kemudian mbak Lina menjelaskan mekanisme acaranya yang kudengarkan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.. ehh..

Selesai menutup telepon dari mbak Lina, aku langsung siap-siap mandi dan berdandan yang cantik. Tak lupa ku bawa hadiah yang sudah ku persiapkan sejak lama untuk mereka. Yaaa.. aku akan bertemu dengan idolaku tercinta… The Moffatts… hal yang sudah lama kuimpikan bisa melihat The Moffatts dari dekat, terutama dengan keyboardistnya David Michael William Moffatt atau Dave Moffatt atau Big D. Entah kenapa aku sangat mengidolakan Dave dibandingkan saudaranya yang lain..

Tiba di lokasi Meet and Greet di salah satu hotel di daerah Senayan, aku menemui Panitia Penyelenggaranya, dan kemudian kami –aku dan tiga orang pemenang lainnya- di briefing sebentar.  Dalam briefing tersebut kami di beritahu ada kejutan lainnya. Ternyata kami tidak hanya sekedar Meet and Greet bersama The Moffatts tapi juga akan dinner bareng idola kami masing-masing. Katanya sih, itu permintaan dari The Moffattsnya. Kebayangkan betapa senangnya aku saat itu??

Saat itu, aku dan tiga orang pemenang lainnya –yang akhirnya aku tahu namanya Sari, Putri dan Thia- dibawa ke dalam hall Tennis Indoor Senayan, karena saat itu The Moffatts sedang check sound dan GR (Gladi Resik). Kami berempat begitu terkesima melihat mereka check sound. Selesai check sound, The Moffatts menghampiri kami dan kemudian kami diajak ke backstage yang sudah ditata rapi untuk acara Meet and Greet plus Dinner with The Moffatts ini. Di backstage tersebut ternyata sudah ada beberapa wartawan media cetak yang meliput acara ini. Kami berbincang-bincang, tanya jawab serta foto-foto dengan The Moffatts. Mereka sangat baik dan ramah pada kami. 

Saat tiba waktunya dinner, masing-masing personil mengajak satu pemenang ke meja makan yang memang diset untuk dua orang tiap meja. Scott berpasangan dengan Sari, Clint berpasangan dengan Putri, Bob berpasangan dengan Thia dan Aku berpasangan dengan Dave pastinya. Tiba-tiba pipiku terasa panas, antara nervous dan senang juga tersanjung. You know what??? Dave memberikan sekuntum mawar putih padaku, dan menggandeng tanganku menuju meja makan. Ketika kulihat di sekelilingku, ternyata personil The Moffatts yang lainnya juga melakukan hal yang sama pada ketiga teman baruku itu. So Romantic. Selama dinner, kami mengobrol dan tak lupa kuberikan hadiah yang memang ku siapkan special untuk Dave. Dave sangat suka hadiah dari ku.. Tapi dinnernya harus diakhiri karena mereka harus siap-siap untuk konser yang akan dimulai 30 menit lagi. 

Selain bisa bertemu muka dan makan malam dengan The Moffatts, ternyata kami juga bisa menonton konser mereka dari dekat, loh. Depan panggung persis di dalam pagar pembatas antara panggung dan penonton. Yang aku rasa saat itu?? Sangat senang hingga tak bisa ku lukiskan dengan kata-kata. Apalagi di tengah-tengah konser saat jeda untuk lagu berikutnya tiba-tiba Dave berbicara pada penonton konser.
I want to dedicated this song to a very special girl who I met tonight and really loved this song.” Ujar Dave sambil tersenyum menatapku, yang membuatku seakan terbang kelangit yang tinggi..

Hall Tennis Indoor Senayan kemudian heboh dengan teriakan para gadis yang mengidolakan Dave. Scott dan Clint memainkan intro lagu ini dengan gitar akustik. Sesaat dadaku bergemuruh dengan cepat. Oh my God.. ini kan lagu favoritku.. yaa ini memang lagu favoritku Girl I’m Gonna get You.. kali ini Dave yang menyanyikan lagu ini.
“Girl, I’ve been watching you.. wondering what’s your name and could I get ya..
I’m hoping that you feel the same.. baby what’s on your mine…”

Kemudian Dave turun dari panggung menghampiriku, dan mengajakku naik ke atas panggung. Penonton semakin heboh karena iri melihat Dave menggandeng tanganku…

“… girl this is no surprise.. I think I’m falling in love..
Darlin’ don’t ya know it’s the perfect time… you know I’m gonna make you mine..
girl I’m gonna get yaa… you know I need you in my world
you know I’m gonna get ya’.. I’m begging you to be my girl..
even though you might be scared I promise I’ll be there..
girl I’m gonna get yaa.. tonight”

Dave terus menggenggam tanganku sepanjang lagu ini.. yang membuat aku senang sekaligus kikuk karena banyak yang menatapku iri, bahkan sekilas kulihat dari atas panggung ada beberapa yang menangis karena idolanya lebih memilihku.

Aku masih mencoba menikmati saat-saat di atas panggung bersama Dave dan personil The Moffatts lainnya, tiba-tiba ada sentuhan hangat mendarat di pipi kiriku yang di ikuti teriakan histeris penonton di depan panggung. Tubuhku kaku seketika, kaget, bingung, Dave mencium pipiku..
“Tami, are you okay?” ujar Dave karena melihatku mematung
“Ooh.. I-am o-kay Da-ve” ujarku terbata
Are you sure?” tanya Dave lagi meyakinkan. Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian Dave mengantarku ke pinggir panggung dan melanjutkan konsernya.

Perlahan-lahan aku menuruni anak tangga yang ada di samping panggung. Karena terlalu senang dengan kejadian tadi, tanpa sengaja aku melewati satu anak tangga yang membuatku terpeleset dan kemudian terjatuh… BRUKKKK….
“Aaw…” seruku kesakitan sambil memegangi lenganku yang tertimpa badanku sendiri..

Kulihat ke sekelilingku, hanya ada tembok, lemari baju dan rak buku. Tidak ada Dave, panggung ataupun penonton yang lainnya.

Tokk.. tokk…

“Tamii… banguunn.. udah pagiii.. kamu gak sekolah emangnya??” Bunda yang mengetuk pintu kamarku sambil teriak membangunkanku. Kulihat jam di dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi.
“Iya Bund… ini udah bangun kok..” jawabku sambil menguap… 
“Whoaah ternyata cuma mimpi, toh..” ujarku sambil senyum-senyum sendirian sambil memandang poster besar idolaku yang ku pasang di pintu lemari pakaianku.
“Mimpi itu seakan nyata, Dave… dan membuatku gak sabar ingin melihat aksi panggung kalian nanti sore…” kemudian aku mengambil handuk dan menuju kamar mandi..

Hari ini adalah hari yang spesial untukku juga fans The Moffatts lainnya… Konser The Moffatts “Submodalities” akan di adakan sore ini di Tennis Indoor Senayan.. I can’t wait to see you Dave… 


Happy b'day Dave, Clint and Bob Moffatts
You'll always in my heart..
God Bless You all...

\m/(^,^)\m/
@rulachubby



**repost dan edited from moffattersindonesia