Kamis, 05 Desember 2013

Diary Nebeng.. Episode 1

Dear Diary….

Kali ini gue mau cerita tentang keluarga baru gue. Keluarga yang sebenernya udah gue kenal sejak akhir 2012, namun mulai akrabnya pertengahan 2013 ini. Gue lebih sering menyebut keluarga baru gue, Keluarga Nebengers.



Awal mula gue kenal @nebengers ini dari social media berlogo burung biru, alias Twitter. Salah satu akun yang gue follow sedang berkicau tentang komunitas berbagi seat kosong ini. Yang akhirnya gue ikutan follow dan stalking akun yang logonya mayoritas berwarna hijau ini. Sekali-kali ikutan posting rute. Tapi belum pernah, tuh, dapet tebengan.

Gue juga udah isi database di web-nya. Tapi, masih belum beruntung. Mungkin karena rute dan jam kerja gue yang beda sama orang kantoran kebanyakan. Rute sih, Ciganjur – Sarinah – Ciganjur. Tapi jamnya itu. Gue masuk kerja jam setengah delapan pagi, paling telat berangkat dari rumah itu jam setengah enam pagi, lah, kalo mau naik angkutan umum. Pulang kerjanya jam setengah tiga siang. Itu kalo shift pagi. Kalo shift sore, berangkat jam dua belas siang, pulangnya setengah sembilan malam. Hehe. Jarang beruntungnya.

Pernah juga gue iseng dateng ke Kopdar (Kopi Darat, alias ketemuan) Nebengers #TeamJakSel di salah satu restoran cepat saji di bilangan Kuningan. Deket, lah, dari tempat kerja gue. Ditambah lagi jam pulang kerja gue yang lebih cepat dari orang kantoran, jadilah gue jam tiga sore itu udah duduk manis di salah satu kursi panjang di restoran cepat saji itu. Padahal kopdarnya itu After Office Hour –yang bisa dibilang diatas jam lima sore-. Oke, gue harus menunggu lebih dari dua jam di restoran cepat saji yang pendinginnya cukup membuat gue kedinginan.

Nggak cuma itu. Saat itu, gue masih menggunakan ponsel yang belum canggih. Belum beli pengganti ponsel pintar gue yang rusak sehabis dipeluk ombak waktu ke Bali (baca Bali Trip, Day 1 part 1). Dengan modal ponsel yang belum pintar, juga pulsa yang untungnya selalu ada itu, gue sms ke temen gue untuk liatin timeline-nya @nebengers, cari info tentang kopdar hari itu. (Makasihh Meghaaa :*)

Sambil menunggu orang-orang yang memang belom pernah gue kenal itu, gue iseng-iseng nulis, baca majalah, makan es krim yang dijual di restoran cepat saji itu. Mulai dari sepi – ramai – sepi lagi – ramai lagi. Gue nggak juga beranjak dari tempat gue duduk. Sesekali memperhatikan seisi ruangan restoran cepat saji itu. Nggak ada yang gue kenal.

Sampai ada tiga orang, satu orang lelaki kurus agak kemayu, satu orang lelaki berpostur atletis berkacamata dan satu perempuan agak gemuk dengan rambut bob pendek berponi, yang masuk ke restoran itu dan duduk persis di meja-kursi yang berhadapan dengan posisi gue duduk. Entah kenapa gue sempet nebak dalam hati, itu pasti anak nebengers, deh. Gue juga sempet merasa diliatin terus sama mereka. Hehe (mungkin gue terlalu ge-er-an. mungkin).  

Udah mulai sore, mulai banyak orang yang berdatangan dan mendekati tiga orang di seberang gue itu. Dan nggak lama, akhirnya mereka pindah ke meja sisi kiri gue -yang memang bisa menampung lebih banyak orang. Sayangnya saat itu gue masih bergeming dari tempat gue duduk dengan sesekali menguping keseruan obrolan mereka. Iri. Tapi gue terlalu takut dan malu untuk ikutan nimbrung. Gue memang termasuk pemalu kalo ketemu orang baru, yang belom gue kenal sama sekali. Ya.. setelah beberapa kali nguping, akhirnya gue memberanikan diri untuk nanya sama orang terdekat gue, ini nebengers, ya?. Setelah itu, akhirnya gue ikut gabung, dan ikut memperkenalkan diri gue ke semua yang hadir saat itu.

Mereka semua seru, rame, baik, ramah, open minded. Nggak nyesel lah gue nunggu dari jam tiga sore di ruangan yang dingin itu. Gue nggak inget semua yang hadir, tapi yang gue tau, saat itu ada Mas Eas dan Mbak Putri Sentanu –yang ternyata foundernya @nebengers-, bang Gamma (pria berpostur atletis berkacamata yang gue sebut di awal cerita tadi), bang Reza Moko (lelaki kurus agak kemayu), Dyah Sisca atau yang biasa dipanggil Deedee (perempuan agak gemuk dengan rambut bob pendek berponi), Mbak Prima, Mbak Adinda, Mas Eka, Babang Nino, Kak Fina, Onic, Kak Ari, Teh Hera, bang Lipi, dan yang lainnya –nggak inget lagi siapa namanya, padahal ini sambil liatin foto pas kopdarnya itu. Uwuwuwu-. Ohiya, pas pulangnya, gue bareng Kak Fina dan Onic naik TJ, sedangkan beberapa yang lainnya masih lanjut karaokean. Hehe.

(Foto from bang Gamma)


Itu cerita pertama kali gue gabung @nebengers.

Dan... masih banyak cerita lainnya..
Next episode, yahh (^_^)v

Sekian dan terima tebengan

@rulachubby




Tidak ada komentar:

Posting Komentar